SELAMAT DATANG-WELCOME-AHLAN WA SAHLAN>>> TERIMA KASIH KUNJUNGANYA-THANKS FOR JOIN

View Entri




UNTUK YANG LAGI GALAU >>> Jangan Lupa * tAKe & GivE*

Monday, 16 June 2014

Kepompong Ramadhan


Ada sebuah Hadist mengatakan “ Semua amal anak Adam dapat dicampuri kepentingan hawa nafsu, kecuali shaum. Maka sesungguhnya shaum itu semata-mata untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya “ (Hr. Bukhari Muslim).


Sohibul mungkin pernah memperhatikan seekor ulat …? ulat memang menjijikkan bahkan menakutkan, bagi sebagian orang. Tapi…kalau kita amati ternyata masa hidup seekor ulat ini tidak lama. Pada saatnya nanti ia akan mengalami fase dimana ia harus masuk ke dalam kepompong selama beberapa hari, Setelah itu ia pun akan keluar dalam wujud lain…” ia akan menjelma menjadi seekor kupu-kupu yang sangat indah… jika seperti ini, siapa yang tidak menyukai kupu-kupu dengan sayapnya yang beraneka corak hiasan indah nan alami….? Sebagian orang bahkan mungkin mencari dan kemudian mengoleksinya sebagai hobi (hiasan) ataupun untuk keperluan ilmu pengetahuan.

Proses fase perubahan ulat itu memperlihatkan tanda-tanda Kemaha besaran Allah. Menandakan betapa teramat mudahnya bagi Allah Azza wa Jalla, mengubah segala sesuatu dari hal yang menjijikkan, buruk, dan tidak disukai, menjadi sesuatu yang indah dan membuat orang suka meman dangnya. Semuanya berjalan melalui suatu proses fase perubahan yang sudah diatur dan aturannya pun ditentukan oleh Allah, baik dalam bentuk aturan atau hukum alam (sunnatullah) maupun berdasarkan hukum yang disyariatkan kepada manusia yakin Al Qur'an dan Al Hadits.

Seandainya proses metamorfosa pada ulat ini diterjemahkan ke dalam kehidupan Kita (manusia), maka saat dimana manusia dapat menjelma menjadi insan yang jauh lebih indah, momen yang paling tepat untuk terlahir kemabli ialah ketika memasuki Ramadhan. Bila kita masuk ke dalam 'kepompong' Ramadhan, lalu segala aktivitas kita cocok dengan ketentuan-ketentuan "metamorfosa" dari Allah, niscaya akan mendapatkan hasil yang mencengangkan yakni manusia yang berderajat muttaqin, yang memiliki akhlak yang indah dan mempesona.

Ibadah Ramadhan ternyata inti dari melatih diri agar kita dapat menguasai hawa nafsu. Allah SWT berfirman, "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya." (QS. An Nazii'at [79] : 40 - 41).

Mungkin kita merasa kesulitan dalam mengendalikan hawa nafsu. Kenapa…? Karena selama ini pada diri kita terdapat pelatihan lain yang ikut membina hawa nafsu kita ke arah yang tidak disukai Allah. Siapakah pelatih itu….? Dialah syetan laknatullah, yang sangat aktif mengarahkan hawa nafsu kita. Akan tetapi pada dasarnya memang itulah tugas syetan. apalagi seperti halnya hawa nafsu, syetan pun memiliki dimensi yang sama dengan hawa nafsu yakni kedua-duanya sama-sama tak terlihat. Dalam firman Alloh SWT "Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia sebagai musuhmu karena syetan itu hanya mengajak golongannya supaya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala," (QS. Al Fathir [25] : 6).

Maka harus kita syukuri karena pada bulan Ramadhan Allah mengikat erat syetan terkutuk sehingga kita diberi kesempatan sepenuhnya untuk bisa melatih diri mengendalikan hawa nafsu. Oleh karenanya kesempatan seperti ini tidak boleh kita sia-siakan. Ibadah shaum kita harus kita tingkatkan. Tidak hanya shaum atau menahan diri dari hawa nafsu perut dan seksual saja akan tetapi juga semua anggota badan kita lainnya agar mau melaksanakan amalan yang disukai Allah. Jika hawa nafsu sudah bisa kita kendalikan, maka ketika syetan dilepas kembali, mereka sudah tunduk pada keinginan kita. Dengan demikian, hidup kita pun sepenuhnya dapat dijalani dengan hawa nafsu yang berada dalam keridhaan-Nya. Inilah pangkal kebahagiaan dunia akhirat.
Hal yang paling utama lainnya yang harus kita jaga dalam bulan yang sarat dengan berkah ini adalah akhlak, “Barang siapa memperbaiki akhlaknya pada bulan Ramadhan, Allah akan menyelamat kan dia tatkala melewati shirah di mana banyak kaki tergelincir ”.rosululloh pernah bersabda dalam sebuah hadist
Pada bulan Ramadhan, kita dianggap sebagai tamu Allah. Dan sebagai tuan rumah…, Allah sangat mengetahui bagaimana cara memperlakukan tamu-tamunya dengan baik. Akan tetapi sesung guhnya Allah hanya akan memperlakukan kita dengan baik jika kita tahu adab dan bagaimana ber akhlak sebagai tamu-Nya. Salah satunya yakni dengan menjaga shaum kita sesempurna mungkin. Tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga belaka tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh kita ikut shaum.

Marilah kita perbaiki segala kekurangan dan kelalaian akhlak kita sebagai tamu Allah, karena tidak mustahil Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan terakhir yang dijalani hidup kita, jangan sampai disia-siakan.

Semoga Allah Yang Maha Menyaksikan senantiasa melimpahkan inayah-Nya sehingga setelah “Kepompong Ramadhan” ini kita Jalani, kita kembali pada fitrah ke-fitri-an bagaikan bayi yang baru lahir. Sebagaimana seekor ulat yang keluar menjadi seekor kupu-kupu yang teramat indah dan mempesona,

Amiin.***

No comments:

Post a Comment

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Wikipedia

Search results