Jaringan wireless bukan hal baru malah sudah semakin menjamur. Di mana-mana dapat di lihat bertebaran
tower wireless access point. Penggunaan jaringan wireless memberikan
dampak negatif /positif, yakni terbukanya jaringan untuk bisa di akses semua orang yang
berada di area cakupan sinyal wireless, bisa di pergunakan untuk hal- hal pengguna'an yang tidak semestinya, akan tetapi memberi peluang mencerdaskan rakyat negri ini. Bagaimanakah cara mengamankan
access point agar bandwidth tidak bocor ketangan orang yang tidak berhak?
Access
Point (AP) seumpama hub atau switch pada jaringan kabel LAN. Fungsinya untuk menghubungkan
banyak client dengan topologi jaringan tipe star. Artinya kita membentuk
jaringa komputer dari banyak client yang menggunakan radio yang dihubungkan
dengan satu atau lebih AP.
Pembicaraan kali ini dengan asumsi akan membagi jaringan internet lewat jaringan
wireless hanya untuk client tertentu saja. Jadi kita harus mengusahakan agar
client yang tidak berhak tidak dapat mengakses jaringan wireless:
Ada
dua pendekatan yang bisa digunakan, yakni:
1.
menggunakan sistem login ticket.
2.
melakukan blocking client wireless.
Pendekatan
pertama sering digunakan di area hotpsot berbayar atau sistem tiket. Client
yang ingin konek ke internet (misal membawa laptop yang ada wirelessnya) harus
membeli semacam tiket yang berisi username dan password. Setelah itu baru bisa
konek sesuai waktu yang di sediakan. Cara ini mudah dan praktis kalau ingin
membuat hotspot yang clientnya tidak tetap atau berubah-ubah sesuai kebutuhan.
Kelemahannya sistem ini mudah di hacking dengan wardriving menggunakan berbagai
macam tool untuk membuka jaringan wireless.
Pembahasan
kita di fokuskan pada pendekatan kedua, yakni blocking di tingkat client.
Misalnya kita akan membuat ISP kecil-kecilan dengan berlangganan provider Unlimited terus di sharing lewat jaringan wireless ke client-client yang telah
terdaftar. Skema jaringan sebagai berikut:
Teknik
mengamankan AP agar dapat konek hanya oleh client tertentu saja adalah:
1.
Sembunyikan SSID
2.
Gunakan nama SSID yang acak dan panjang
3.
Gunakan Enkripsi
4.
MAC Address Filter
5.
ubah Mac Default
6.
Gunakan IP Statik dan Range IP tertentu
7.
Isolasikan Client
8.
Kunci settingan radio client dengan password
Caranya:
1. Sembunyikan SSID (Hide SSID)
1. Sembunyikan SSID (Hide SSID)
SSID adalah nama jaringan yang di broadcast oleh AP dan client agar dapat saling konek. Artinya hanya client yang mengatahui atau mempunyai SSID yang sama dengan AP saja yang dapat konek ke jaringan. Jadi, agar hanya client yang terdaftar saja bisa konek maka kita harus menghidden SSID dari AP. Caranya dengan mengubah settingan di AP yang bisa diakses lewat web. Misal untuk AP Linksys WRT54GL yang udah diupgrade firmwarenya pakai DD-WRT maka setingan hide SSID bisa di temukan di menu “Wireless” => “Basic Setting” trus disable “Wireless SSID Broadcast”. Untuk AP merk lainnya maka cara mengubahnya intinya sama saja.
Jika SSID kita hidden maka jaringan kita di tool wireless client
tidak akan muncul atau terbaca. Memang ada sih tool untuk memecahkan SSID tapi
tool ini jalan di Linux dan harus menggunakan chipset wireless tertentu yang
built in di motherboard. Tapi langkah ini merupakan pertahanan pertama yang
sangat efektif untuk mencegah kalangan pemula dan menengah agar tidak bisa
seenaknya konek ke jaringan.
2. Gunakan nama SSID yang
Acak dan Panjang
SSID
atau Service set identifier merupakan nama pengenal network yang panjangnya
maksimal 32 karakter yang dapat terdiri dari a-z, A-Z, 0-9, tanda baca dan
laiin karakter. Agar sekuriti jaringan kita maksimal - setelah dihidden -
selanjutnya buatlah nama SSID sepanjang 32 karakter acak. Untuk mendapatkan
karakter acak bisa masuk ke http://www.random.org/strings. misal: SSID kita
buat “speednet_8vb01F1UZDbtRglFcDCcvj” Artinya jaringan ISP kita namakan
Speednet (sekedar nama aja) trus kita tambah karakter acak sampai sejumlah 32
buah yang terdiri dari huruf dan angka. Hal ini untuk mencegah hacking jaringan
menggunakan tool yang mencoba memecahkan kombinasi SSID kita. Bayangkan 62
pangkat 32 berarti ada 10 pangkat 57 kombinasi.
3. Gunakan Enkripsi
Setiap
AP saat ini telah di lengkapi dengan teknik enkripsi (mengacak data) jaringan
yang canggih. Mulai dari WEP yang sederhana sampai dengan WPA yang canggih.
Untuk lebih aman gunakan WPA dengan key 64 karakter. Memang AP modern saat ini,
selain WEP dan WPA masih ada menyediakan jenis enkripsi lain. Tapi harus
di ingat, tidak semua radio client dapat mendukung teknik enkripsi terbaru.
Menurut pengalaman kami, WPA telah tersedia di radio client dari harga 400
ribuan sampai yang mahal-mahal. Kembali di ingat, gunakan key yang maksimum (64
karakter) dan harus terdiri dari huruf dan angkan acak. misalnya:”Y0SgVsDNwrlDVV5G5JYcan2JaMnEabVKkyHHB6pEk4xCpTBIP3rfHNpHgvOiVaZx
“.
Tapi ingat kita harus
mencatat SSID acak dan key acak ini karena tidak mungkin menghafalnya.
4. Filter Mac Address
Setelah
client memakai SSID dan Key enkripsi yang sama dengan AP, maka teknik
pertahanan kita selanjutnya menggunakan filter mac address client. Bila fitur
ini kita aktifkan di AP maka hanya client yang terdaftar macnya saja yang bisa
konek di AP. Untuk itu cari AP yang menyediakan tabel filter yang jumlahnya
sesuai kebutuhan kita. Misalnya Linksys WRT54Gl dengan DD-WRT firmware,
menyediakan tabel filter sejumlah 128 buah. Kalau Senao AP biasanya sekitar 20
buah filter saja.
5. Ubah MAC Address Default
Biasanya
Mac Address default bawaan pabrik bisa di ubah. MAC memiliki macam-macam awalan
tergantung pabrikan yang memproduksi. Misal radio merk Senao menggunakan awalan
MAC yakni 00:02:6F:xx:xx:xx dan sebagainya. Karena kunci agar kita membedakan
client cuma IP dan MAC maka kita harus mengubah MAC default client dengan mac
lain yang jarang di gunakan. Misalnya kita ubah menjadi 00:40:01:xx:xx:xx yang
berasal dari tipe pabrik Zyxsel yang jarang di pakai di Indonesia. Guna lainnya
untuk keseragaman, misal kita site survey ternyata ada mac yang selain kelompok
tadi berarti jelas dia radio yang tidak terdaftar mencoba masuk.
6. Gunakan IP Statik dan
Range IP tertentu
Setelah
radio client di set SSID dan Key Enkripsi yang sama dengan AP, syarat lain bisa
konek adalah menggunakan IP yang valid dan tidak konflik dengan IP yang ada.
Memang ada cara praktis dan simpel, yakni menggunakan DHCP Server agar setiap
client otomatis mendapatkan IP yang tersedia. Tapi cara ini bermasalah jika
masing-masing client mendapatkan jatah kecepatan / bandwith yang berbeda-beda.
Kunci pembeda bandwith manager hanya berdasarkan MAC atau IP, jadi sebaiknya
gunakan IP statik dengan cara nonaktifkan DHCP server. Selanjutnya gunakan
range IP untuk client yang beda dari biasanya. Range IP yang umum (entah kenapa
selalu dipakai di buku panduan wireless) adalah 192.168.x.x. Coba kita gunakan
range IP 10.20.30.x dengan x sebanyak jumlah client. misal untuk client 32
orang kita gunakan 1 range IP dari 10.20.30.101 - 10.20.30.132. Hindari range
dari 10.20.30.1 - 10.20.30.32 karena terlalu umum dan mudah di tebak. atau
gunakan ip yang acak jangan dalam range tertentu. Terserah kreasi anda. Tapi
ingat, IP yang kita gunakan harus bersifat private artinya hanya berlaku di
dalam network kita saja dan harus di “nat” di dalam router.
7. Isolasi Client
Kekacauan
jaringan selain dari luar bisa juga di sebabkan dari client kita sendiri.
Misalnya kita telah membagi bandwidth yang berbeda untuk macam-macam client
sesuai IP address mereka. Akibatnya client mencoba mengubah IP mereka sendiri
untuk mendapatkan bandwidht yang lebih besar. Bisa dengan coba-coba atau mereka
menggunakan tool IP Scanning yang canggih. Tanda terjadinya kekacauan ini adalah
timbulnya “IP Address Conflict”. Untuk mencegahnya kita harus mengisolasi
client, artinya sesama client tidak bisa saling scan IP. Bagi yang menggunakan
AP merk Linksys WRT54Gl dengan DD-WRT maka bisa di aktifkan “AP Isolation” di
menu: “Wireless” => “Advanced Settings”. Untuk AP merk lain coba cari
sendiri, kalau belum ada coba upgrade firmware AP tsb. Kalau masih belum ada ya
terpaksa mencari AP merk lain yang menyediakan fasilitas ini.
8.
Kunci Settingan Radio Client dengan Password
Kami
pernah mengalami kebobolan jaringan wireless yang disebabkan adanya kerjasama
pembobol dengan orang dalam (client). Modus nya, pembobol mendapatkan SSID dan
key serta mac dan IP yang valid dari client. Hal ini terjadi karena settingan
radio client tidak di kunci sehingga bisa di lihat. Untuk mencegahnya maka ubah
password radio client dari default ke password yang hanya di ketahui oleh
teknisi.
TIPS:
1. Jangan lupa membuat catatan yang lengkap tentang data-data radio client. Misalnya nama client, merk radio, password setingan, MAC address, IP Address dan lainnya. Kalau dokumentasi kita jelek, maka akan terjadi masalah, misal lupa password masuk untuk menyeting radio client, kan bisa berabe dan harus di hard reset alias naik ke tiang radio.
1. Jangan lupa membuat catatan yang lengkap tentang data-data radio client. Misalnya nama client, merk radio, password setingan, MAC address, IP Address dan lainnya. Kalau dokumentasi kita jelek, maka akan terjadi masalah, misal lupa password masuk untuk menyeting radio client, kan bisa berabe dan harus di hard reset alias naik ke tiang radio.
2.
Sering-sering site survey radio client
3.
Sering-sering site survey AP di sekeliling kita.
4. Untuk
aman dan mudahnya, masukan file settingan SSID, Key, MAC, IP kedalam file CD
Room. Jangan flashdisk karena jika kita colokan di komp client ada kemungkinan
terkena virus. Dan tentu saja CD room ini harus kita amankan dan rahasiakan.
Karena jika bocor, maka butuh waktu berminggu-minggu untuk mengubah setingan
dari AP hingga keliling mengubah setingan radio client (terkadang harus naik
tower client karena radionya ngadat menolak di reset). he.he.he….
Semoga Bermanfa'at



No comments:
Post a Comment