Keindahan Agama Islam
Ketahuilah bahwa keindahan-keindahan
yang ada di dalam agama Islam semuanya itu telah ada, baik dalam persoalan
hukum maupun dalil-dalilnya, di dalam masalah pokok maupun cabang-cabangnya,
begitu juga sebagaimana yang telah di buktikan oleh ilmu yang terkandung di
dalam syari'at serta hukum-hukumnya, di tambah lagi dengan kesempurnaan adanya
ilmu-ilmu alam semesta dan tatanan bermasyarakat. Akan tetapi di dalam tulisan ini
kami bukan bermaksud untuk menyebutkan itu semua serta menjelaskan dan
mengoreksi satu persatu, karena hal itu tentunya akan membutuhkan penjelasan
yang sangat luas. Namun yang ingin kami jelaskan dalam hal ini yaitu yang
berkaitan dengan contoh yang bermanfaat, yang bisa di gunakan sebagai bukti
untuk membandingkan agama Islam dengan yang lainya, dan sebagai pintu pertama
bagi orang yang ingin masuk ke dalamnya, maka contoh tersebut sangatlah banyak
sekali, yang tersebar di dalam pokok-pokok (agama), maupun cabang-cabangnya,
baik di dalam masalah ibadah, tatanan jual beli serta hubungan antar manusia.
Maka dengan maksud yang baik ini,
sembari selalu memohon pertolongan kepada Allah سبحانه
و تعالى kami berusaha
menjelaskan sebisa mungkin tentang keindahan yang terkandung di dalam agama
Islam, dalam keadaan berharap kepada-Nya agar senantiasa memberi petunjuk serta
ilmu-Nya kepada kita, dan membukakan bagi kita pintu kebaikan dan
kedermawanan-Nya sehingga bisa menjadi wasilah untuk kita di dalam menempuh
perjalanan sehingga kita selalu di bimbing dan lurus di dalam berbuat dan
berkata.
Islam Rahmat untuk Sekalian Alam
Agama Islam adalah agama yang
membawa rahmat, kasih sayang, barokah serta kebajikan, agama yang menganjurkan
untuk mencari segala bentuk sarana yang bisa bermanfaat serta menjadi kebutuhan
umat manusia, agama yang begitu luas cakupannya mulai dari membawa rahmat bagi
semesta alam, mengatur cara berhubungan yang baik antar sesama insan serta
mengajak mereka untuk saling berbuat kebajikan. Begitu juga melarang dari
perkara yang melawan dari perbuatan baik tersebut, agama Islam adalah agama yang
sanggup menerangi jalan yang lurus, dengan cahaya dan sinarnya. Islam menerangi
kegelapan perbuatan zalim dan keji, demikian pula menerangi bagaimana cara
berinteraksi dan bermuamalah yang baik dari muamalah yang buruk serta penuh
dengan dosa.
Agama yang akan memikat hati
seseorang yang mana sebelumnya dia tidak mengenal sama sekali akan agama ini,
yang sebelumnya dia sangat memusuhi agama ini sampai pada akhirnya dia rela
bernaung di bawah kemulian Islam, agama yang sangat menyayangi dan mengasihi
para penganutnya, sehingga rasa menyayangi, pema'af, senang berbuat baik bisa
menancap kuat di dalam hati mereka sehingga mampu memberikan efek dalam
perkataan dan perbuatan mereka, senang mema'afkan kesalahan yang ada pada
musuh-musuhnya (selagi tidak bertentangan dengan syari'at) sehingga yang
tadinya saling bermusuhan pada akhirnya mereka menjadi kekasih yang saling
menyayangi satu sama lain. Dan di antara mereka yang berada di luar Islam ada
yang masuk Islam di sebabkan indahnya penjelasan yang dia terima serta kuatnya
hujah yang menghujam kepada dirinya, di antara mereka juga ada yang mengakui
secara terang-terangan tentang keunggulan hukum yang di miliki oleh Islam dari
pada agama yang di anutnya serta berharap agar hukum Islam tersebut bisa di
terapkan pada semua negeri, di karenakan begitu jelas sikap keadilan dan kasih
sayang yang ada di dalam hukum Islam.
Islam Agama Fitroh
Agama Islam adalah agama yang penuh
bijaksana, agama fitroh yang sesuai dengan akal sehat, serta agama yang membawa
perbaikan dan kebahagian. Maka penjelasan tentang pokok-pokok ini adalah:
Apa yang terkandung di dalam agama
Islam mulai dari hukum-hukum yang pokok
serta cabangnya, semuanya bisa di terima oleh fitroh serta akal sehat, sehingga
pada akhirnya setelah di teliti dengan seksama maka akan di dapati kebenaran
serta kecocokan yang terkandung di dalamnya, itu semua tidak lain di karenakan
apa yang ada di dalam agama Islam yang berupa hukum serta peraturan yang di
milikinya membawa keselarasan hidup, yang sesuai pada setiap tempat, waktu dan
zaman.
Semua yang di beritakan oleh agama
Islam adalah benar, tidak ada celah sedikitpun darinya yang bisa di dustakan,
dan tidak akan pernah ada ilmu baik itu ilmu yang sudah ada di masa lampau
maupun ilmu yang akan datang yang mampu mendustakan serta mematahkan berita
tersebut. Karena terbukti adanya ilmu-ilmu pengetahuan belakangan ini, semuanya
itu menguatkan serta membuktikan kebenaran berita tersebut, serta menunjukan
betapa besarnya petunjuk kebenaran yang di bawanya. Terbukti banyak nya para
ilmuwan yang meneliti masalah tersebut yang menyatakan bahwa setiap ilmu yang
bermanfaat, baik yang bersifat diin maupun dunia yang meliputi juga
politik dan ekonomi serta hal lainnya telah di terangkan dalam penjelasan yang
sangat gamblang dan jelas sekali di dalam al-Qur'an yang tidak ada keraguan
lagi dari sisi mana pun jua. Tidak ada dalam syari'at Islam yang mengekang
akal, namun sebalik nya justru akal yang jernih tersebut yang akan mengakui
kejujuran, kebenaran serta kebutuhan seseorang terhadap syari'at yang di
bawanya.
Begitu pula dengan perintah-perintah
yang di galakkan serta larangan-larangan yang di gaungkan, semua itu jikalau di
cermati niscaya membawa keadilan yang tidak mempunyai kezhaliman sedikit pun,
tidak ada sebuah perintah melainkan karena membawa kebaikan yang pasti, begitu
juga dalam melarang, tidak ada sebuah larangan melainkan karena adanya keburukan
secara yakin yang ada di dalamnya, atau di karenakan kerusakannya akan lebih
banyak dari pada kebaikan yang di hasilkan. Oleh karena itu setiap orang yang
cerdas yang mau merenungi hukum-hukum yang di bawa oleh Islam maka dirinya akan
semakin bertambah keimanannya dengan pokok ini atau paling tidak dia akan
merasa lebih yakin bahwa itu semua di turunkan oleh Dzat yang Maha Bijaksana
lagi Maha Terpuji.
Islam Membolehkan Hal-hal yang Baik
Sedangkan yang berkaitan dengan
di bolehkanya hal-hal yang baik dari aneka ragam bentuk makanan, minuman,
pakaian dan juga di bolehkanya untuk menikahi perempuan yang halal baginya ,
serta perkara-perkara yang lainya. Ringkasnya kalau ada sesuatu yang membawa
kebaikan serta manfaat bagi umat manusia maka hal tersebut di bolehkan oleh
syari'at, misalkan dari beragamnya jenis biji-bijian, tanaman, daging bintang
ternak serta daging binatang laut yang mana di bolehkan secara mutlak, tidak ada
yang dikecualikan dalam hal ini melainkan pada setiap perkara yang membawa
kerusakan dan membahayakan baik bagi agama, akal, badan maupun harta benda.
Sehingga kita nyatakan bahwa setiap
yang di perbolehkan oleh Allah Ta'ala maka hal itu menunjukan kemurahan Allah سبحانه و تعالى
kepada para hamaba-Nya serta menunjukan tentang keindahan yang di bawa oleh
agama ini. Tidaklah Allah سبحانه و تعالى melarang sesuatu melainkan sebagai bentuk
kemurahan-Nya, yang mana melarang mereka terhadap sesuatau yang bisa
membahayakan jiwa dan raga mereka.
Islam Mengakui Hak Asasi
Adapun apa yang telah Allah سبحانه و تعالى
dan Rasul-Nya syari'atkan di antara sesama manusia dari adanya hak asasi di
antara mereka maka semua membawa kebaikan, perbaikan serta keadilan dan
membuang segala bentuk kezaliman. Di antara hak-hak tersebut yang telah di
wajibkan serta di syari'atkan adalah haknya kedua orang tua, kepada
anak-anaknya, keluarga, tetangga, teman serta pegawainya, demikian pula hak-hak
bagi kedua pasangan suami-istri.
Bila itu semua di lihat maka hak-hak
tersebut merupakan kebutuhan bagi setiap orang, yang pasti di setujui oleh
fitroh serta akal yang sehat. Hubungan sosial menjadi kian sempurna, kebaikan
serta kebutuhan akan mudah di raih, bergilir silih berganti dengan adanya
saling tukar menukar satu sama lain, sesuai dengan keadaan pemilik hak serta
kedudukannya di mata pemberi hak.
Sehingga tiap kali kamu merenungi
masalah yang berkaitan dengan ini, maka dirimu akan menemukan ada begitu banyak
kebaikan yang di hasilkan serta ada begitu banyak pintu kejelekan yang berhasil
di tutupnya. Engkau juga akan menemukan di dalamnya ada keuntungan yang besar
baik secara umum maupun individu, dimana mereka saling menyayangi, hubungan
yang rukun, semua itu membuktikan pada dirimu bahwa syari'at ini sudah cukup
menjamin untuk bisa meraih kebahagian dunia dan akhirat. Engkau akan mendapati
pula kalau hak-hak ini bisa berjalan bersama mengiringi waktu dan tempat,
keadaan dan adat kebiasaan, semuanya mendatangkan kemaslahatan. Karena di
dalamnya terbukti menghasilkan kehidupan yang senang bergotong royong, saling
menolong dalam urusan dunia maupun agama yang menghapus rasa individual, dan
menghilangkan sikap saling bermusuhan dan pertengkaran. Ini semua di ketahui
setelah adanya penelitian pada sumber hukum yang asli.
Islam Memerintahkan Amar Ma’ruf Nahi
Munkar
Demikian juga dalam masalah menyuruh
orang lain kepada kebaikan dan mencegah mereka dari kemungkaran, maka ketika
agama ini tidak mungkin bisa terlaksana dengan baik sesuai yang di ajarkan
melainkan dengan lurusnya masyarakat yang memeluknya untuk tetap berada di atas
pondasi dan syari'atnya serta mau mengerjakan perintah yang merupakan puncak di
dalam kebaikan dan menjauhi larangannya yang merupakan sumber kerusakan dan
kejelekan, maka dengan sebab itu semua para penganutnya di haruskan untuk
berpegang pada syari'at yang agung ini. Supaya tidak terlintas di dalam pikiran
mereka tipu daya setan yang sudah mengakar di pikiran orang-orang yang zalim
terhadap dirinya sendiri untuk melanggar perkara-perkara yang haram atau
mengurangi kewajiban yang sanggup dikerjakan dengan sempurna. Maka sudah barang
tentu tidak mungkin bisa sempurna hal tersebut, melainkan adanya orang yang
menyuruh dan mencegah orang-orang semacam itu dengan memperhatikan keadaan dan
waktunya yang di sesuaikan dengan masing-masing individu, sehingga menjadikan
syi'ar agama tersebut merupakan amalan yang mulia bagi agama Islam dan merupakan
kebutuhan yang sangat penting guna tegak dan berlangsungnya agama ini. Hal
tersebut juga di pergunakan untuk meluruskan orang-orang yang telah salah jalan
atau menyimpang dari aturan agama serta mencegah dan mengekang mereka untuk
tidak mengerjakan perkara-perkara yang dapat menjatuhkan akal pikiran mereka
dengan menuntunnya menggapai prestasi tertinggi.
Adapun ucapan orang yang
menginginkan kebebasan berekspresi, sedangkan mereka masih berada di bawah
hukum Islam serta terikat dengan syari'at-syari'at yang ada, maka hal tersebut
merupakan bentuk kezaliman yang sangat besar lagi membahayakan, baik itu
membahayakan diri mereka sendiri maupun bagi lingkungan masyarakatnya, terlebih
dalam perkara yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban yang di tuntut untuk
di kerjakan baik dalam pandangan syar'i, akal maupun 'urf kebiasaan
masyarakat.
Islam melarang menggunakan Harta Sia-Sia(KORUPSI)
Sedangkan ajaran lainya yang di bawa
oleh syari'at Islam adalah melarang seseorang supaya tidak membelanjakan harta
orang lain jika perbuatanya tersebut akan berdampak buruk atau merugikan, hal
tersebut terjadi seperti dalam kasus membelanjakan hartanya orang gila, anak
kecil, orang dungu dan orang-orang yang serupa dengannya. Demikian juga
melarang orang yang meminjamkan menggunakan harta orang yang dipinjami walaupun
bertujuan untuk kemaslahatnya. Ini semua menunjukan tentang keindahan syari'at
Islam, di mana Islam mencegah seseorang untuk bertindak semena-mena pada
hartanya yang pada asalnya dia mempunyai hak untuk menggunakanya, namun mana
kala tindakan yang di lakukannya tersebut akan berdampak buruk, atau kerugian
yang di peroleh lebih banyak dari pada keuntunganya, atau kejelekanya lebih
besar dari kebaikannya maka Allah سبحانه و تعالى melarang untuk menggunakan harta tersebut,
namun membimbing para hamba-Nya supaya menggunakanya pada perkara-perkara yang
berdampak posotif dan tidak merugikan.
Subhanalloh
>>>>>>>LOVE
ISLAM<<<<<<<<<<<
(AshhaduAllaIllahaIlalloh Wa'ashhadu'ana Muhammadarrosullulloh)

No comments:
Post a Comment