Bagaimana Orang mau Membayar Dagangan
atw Produk kita???
Gw
sebenernye gak tau…pake alesan ap gue nulis ne…Cuma kadang-kadang kalo Otak gw
lagi lempeng, doyan juga gw nulis….trus gw yang notabene gak punya pendidikan
formal yg mencukupi…Cuma doyan merhati’in suasana lingkungan yang gue liat, ap
aj jadi perhatian gw…bab gw doyan kluyuran…emang kadang-kadang gw nyupirin
nyonya bos yg gw kenal,….loe kan tau ndere kalo nyonya bos jalane kemn…Uda ah….
ntar bacot gw nglantur keeles…!
Ne
nyang gwe perhati’in swasane nyang gw liat mudah-mudahan manfa’at buat yang
ngebaca tulisan gue,…eee iye, lo heran kok gw bisa ngetik…bini gw jagonye… nah
gw diajaren ame do’i
Dah…ye…gw
inget-inget dlu :
Membeli Karena Ada Gratisan atw
Bonus
Berape
hari yg lalu gw jemput nyonya bos dibilangan cilandak, gw muter-muter di mall, bukan mo bli baju…! Sementara nyonya bos
lg makan sm koleganya… gw keliling sekedar melihat sekitar sambil merhati’in tehnik-tehnik
promosi yang dilakukan para penjual pakain. Pas di lapak pakaian gw liat
tulisan dengan karton dan spidol yang bertuliskan ”Beli celana GRATIS kaos”.
Nah
salah satu contoh yang cukup menarik perhatian gw, trus gw coba ngedeketin dan
lihat label yang ada di celana jeans ntu, bertuliskan ”Rp. 267.000,-”. trus gw
lihat kaos yang dipake buat hadiah bertuliskan ”Rp. 42.000,-”, loe yakin gak
harga celana jeans dan kaos tersebut di bawah Rp.267.000 ? gw gak banget. Soalnye
gak ada satupun penjual yang sengaja merugikan dirinya. Malahan tehnik ini
membuat mereka lebih untung, mengapa tidak? Konsumen atw pembeli yang hanya
berniat membeli celana jeans akhirnya secara otomatis membeli kaos juga, mao
gak mao ”suka atau tidak suka”. Trus perumpama’an laen masih diseputaran situ
Beli
Deterjen berhadiah mankok cantik, emang kalo dibilang emang norak ”beli sabun
cuci berhadiah mankok cantik”...tapi ini realita plus fakta… Gw gak seperti halnya
para pria lain yang bisa menikmati suasana disitu, gw mengamati perempuan ABG
memilih sabun, dari satu rak ke rak yang laen Cuma merhatiin merek sabun
lainnya. Sejujurnya kejadian ini tidak masuk akal menurut gw, walaupun disitu
gw bukan seorang pembeli tapi bagi seorang pembeli seharusnya memilih yang
kualitasnya bagus dan harganya cukup murah supaya efektif dan efisien. Tapi
berbeda di mata perempuan ABG itu tadi, dia memilih yang ada mankoknya, dan
rela membayar sedikit lebih mahal. Percaya gak, itu bukan dia aj yang beli,
tapi beberapa perempuan laen atw wanita lainnya juga melakukan hal yang sama. Mudah-mudahan
gw gak salah prediksi atw piling, kaum wanita cenderung melihat hadiah daripada
kaum laki-laki. Gw coba beraniin diri nanya kenapa beli merk itu “biasanya beli
merek laen ,…tapi yang ini kan ada hadiahnya…” Emang dirumah belum punya
mankok? Ada sih … tapikan ini hadiah” jawabnya sambil menaruhnya ke dalam
keranjang. Rupanya hadiah membuat perasaan pembeli lebih senang. Ingat bahwa manusia
punya sifat SERAKAH yang bisa Kita manfa’atkan sebagai dorongan untuk membeli,
Membeli Karena Kupon Berhadiah atw
Undian
Nah
, Strategi ini ada juga sering diterapkan di dunia penjualan. Si pembeli atw Konsumen
yang senang membeli bila diberi kupon undian dengan hadiah yang bikin ngiler
atw fantastic adalah tipe orang yang cenderung suka berspekulasi. Cara Tehnik
ini apabila dijalanin atw diterapkan ke target konsumen yang tepat dapat meningkatkan
jumlah pembelanjaan dengan gak di sangka atw luar biasa. Kalau Gw atw loe
perhatiin dan tela’ah kuis-kuis sms yang pernah kita liat di tv, sekarang semakin
menjadi-jadi. Bahkan loe-loe orang bisa berpeluang dengan menjawab pertanyaan
yang amat sangat mudah, artinya emang pertanyaan-pertanyaan nto dibuat semudah
mungkin supaya penonton langsung tahu jawabanya dan langsung mengirim sms yang
bertarif kurang lebih 2000/sms.
Membeli Karena Diskon
Di
seputaran mall dibilangan Blok M sehabis gw nganter kolega nyonya Bos, gw ngeliat
toko pakaian yang lebih gila lagi menerapkan promosinya... ”Bayar ½ Harga”,
banyak spanduk juga brosur kuning bertuliskan ” Bayar ½ Harga” dibeberapa jenis
pakaian. Cara atw Tehnik diskon juga secara psikologis mempengaruhi calon
pembeli karena harga sesungguhnya akan menaikkan nilai barang, dan… harga setelah
diskon dirasa sangat menguntungkan, misalnya sebuah Dress berlabel, Secara
tidak sadar konsumen atw pembeli akan menilai bahwa nilai dress
tersebut
adalah Rp. 428.000,- disini gw bilang biar jelas, gw katakan nilai... bukan harga tapi nilai :
Rp.
428.000,--
Rp.
214.500,-
Ada
pro dan kontra soal strategi macem ini, beberapa orang mengatakan bahwa konsumen
saat ini tidak mudah dibegoin atw dibodohin, mereka pasti menghitung kualitas
produk dan harga. Bener banget (tul sekali…), memang semua orang bisa
menghitung, tapi alam bawah sadar tidak akan menghitung, dan faktanya, setelah gw
ketemu seorang manager kenalan nyonya Bos di sana dan gw tanyain berapa
omsetnya dengan strategi tersebut, dia menjawab hampir dua ratus juta lebih dalam
satu malam.
Membeli Karena Uangnya Cukup
Pada
kesempatan malam gw nganter Bos sekeluarga makan diluar, gw juga diajak makan
bareng…tapi gw tau diri dong…mereka bukan sekedar makan, pastinya mereka juga
ingin menikmati suasana atw bercengkrama,
jarang-jarang mereka ketemu satu suasana harmonis, walhasil gw makan selera
padang, makan di sebuah rumah makan dan sedang membaca sebuah daftar menu, bagian
mana yang anda lihat? Kanan atau kiri? menu atau harga? Sebagian kecil orang
(dengan kondisi finansial lebih baik) melihat bagian kiri. Mereka melihat jenis
makanan atau minuman apa yang mau mereka pesan. Sedangkan kebanyakan orang melihat
bagian kanan terlebih dahulu, karena mereka menyesuaikan harga makanan dengan
kondisi kantong nya. Jarang sekali ada pembeli yang tidak memperhitungkan
harga, kecuali secara finansial dia sangat berlebih. Coba perhatikan di toko
pakaian, kebanyakan orang yang tertarik dengan sebuah model pakaian akan segera
menghampirinya dan melihat-lihat, selanjutnya.... anda tahu, mereka langsung
mencari dimana letak label harganya. Jadi, sesuaikan harga produk anda dengan
kantong pembeli, karena itu adalah cara yang paling cepat dan tepat untuk
merubah calon konsumen jadi pembeli. Kridit istilahnya atw nyicil sangat
digemari masyarakat.
Omset
penjualan sepeda motor di Indonesia meledak gila gilaan kenapa? karena jasa
penyedia kredit, harga rata-rata sebuah sepeda motor kurang lebih sepuluh juta
rupiah, bahkan ada yang lebih mahal tergantung mereknya. Berapa peghasilan
rata-rata penduduk Indonesia perbulannya? Kira-kira sekitar 2-3 juta, saya
katakan ini rata-rata. Faktanya seorang karyawan dengan penghasilan satu juta
rupiah perbulan saja memiliki sebuah sepeda motor gress. Tentu nya dengan jasa
Finance atau nyicil. dengan cara tersebut harga sebuah sepeda motor bisa di
bayarnya selama 24 bulan atw 2th misalnya.
Jika pruduk yang anda jual harganya tinggi dan tidak mungkin dicicil? Seperti
apa jadinya. Sederhana, apabila memungkinkan, anda dapat memecah kuantitasnya
menjadi lebih kecil sehingga mampu dibeli banyak orang dan lebih menguntungkan
bahkan berlipat.
Coba
perhatikan pembeli atw konsumen Supermarket diawal bulan, membelanjakan
uangnya....? mereka mengambil troli atau
keranjang (meskipun hanya berniat untuk membeli sedikit barang). lalu mereka
jalan sambil melihat-lihat apa yang mereka butuhkan, kemudian dalam perjalannya
menuju kasir seringkali mata mereka tertuju pada tulisan ”OBRAL“, atau Cuci
Gudang serba 5 ribu, atau hijab / jilbab 10 ribu, itulah kenyataanya barang-barang
yang tidak terlalu mereka butuhkan tetapi tehnik promosinya tepat akhirnya
mereka membeli juga. Jadi, Ingat... konsumen di supermarket tidak belanja
berdasarkan kebutuhan, tetapi atas
dasar tertarik, Yang penting ... harga
sesuai dengan isi kantong mereka!
Membeli Karena Kebutuhan
Kondisi
konsumen disini memang bertolak belakang dengan konsep yang sudah dijelaskan
diatas. Dalam satu kasus, konsumen tidak bisa berpegang pada konsep harga,
diskon atau bonus apa lagi konsep undian, ada gak … kalau bicara kebutuhan…konsumen
masih memikirkan gengsi??? Misalnya kondisi orang yang kita sayangi dalam
keadaan kritis, yang harus segera berobat dan butuh biaya tidak sedikit, gw
rasa gak ada…kalau memang ada gw rasa sarafnya ada yang salah…..
Kalau
bicara kebutuhan…poinnya yaitu antara Hidup dan Mati, diukur harga… Berapapun
Dibayar, walau dengan berhutang sekalipun, pada intinya, uang bukan ukuran. Apa
saja termasuk kebutuhan dalam konsep ini
·
Bertahan
hidup
·
Melanjutkan
keturunan
·
Kebutuhan
sehat jasmani/rohani
Mengapa
demikian? semua orang mau sehat (bertahan hidup),semua orang ingin melanjutkan
keturunannya
Andai
produk anda mengikat alasan ini dan mengemas dengan bukti atw iklan yang
meyakinkan maka dipastikan perusahaan anda berkambang pesat sebagai distributor
produk kesehatan.
Membeli Karena Gengsi
Membeli
Karena Gengsi, Aneh bin ajaib tapi nyata ... jarang dilihat tapi ini fakta.
Banyak konsumen membeli sesuatu entah itu barang kebutuhan, rumah tinggal,
kendaraan karena gengsi atau prestige.
Type
konsumen seperti ini…biasanya senang dipuji
Contohnya:
kita memanggilnya Bos, untuk menawarkan
produk, dia akan suka … keutamaan konsumen ini adalah gaya hidup
(lifestyle),terkadang mereka tidak perlu selera, yang penting berkualitas,
mahal dan bergaya, mereka tidak ingin tersaingi, menghadapi type ini tidak
perlu banyak berargumen, tapi banyak menyanjung, pastikan bahwa produk kita
cocok buat mereka dan persilahkan mereka mencobanya, jangan mendebatnya bila
mereka ingin menjatuhkan produk kita, kasih contoh pada public figure yang
mereka kenal. Apakah hanya kalangan mene ngah keatas yang bisa membeli karena
gengsi? Tidak... coba anda perhatikan di lingkungan perumahan tipe BTN/21,
konsep ini sering digunakan para sales sepeda motor. Kalangan menengah kebawah
juga punya gengsi. Banyak sekali orang membeli motor karena tetangganya kemarin
habis beli motor. Hanya sekedar ingin menunjukkan bahwa dia juga mampu membeli.
Jadi
seorang sales yang berhasil menjual di suatu tempat seperti perumahan dapat
dipastikan ordernya akan berkesinambungan ditempat itu. Dengan sedikit
embel-embel janji mengatakan : ”Pak
sebelah bapak baru saja beli motor dari saya, mumpung promo pak, bapak ambil
sekalian nanti saya bantu urus kreditnya...” Gengsi bisa menjadi kekuatan anda.
Gengsi sangat berkaitan dengan Greedy (keserakahan).

No comments:
Post a Comment