SELAMAT DATANG-WELCOME-AHLAN WA SAHLAN>>> TERIMA KASIH KUNJUNGANYA-THANKS FOR JOIN

View Entri




UNTUK YANG LAGI GALAU >>> Jangan Lupa * tAKe & GivE*

Monday, 2 June 2014

what reasons people buy our products?



Bagaimana Orang mau Membayar Dagangan atw Produk kita???

Gw sebenernye gak tau…pake alesan ap gue nulis ne…Cuma kadang-kadang kalo Otak gw lagi lempeng, doyan juga gw nulis….trus gw yang notabene gak punya pendidikan formal yg mencukupi…Cuma doyan merhati’in suasana lingkungan yang gue liat, ap aj jadi perhatian gw…bab gw doyan kluyuran…emang kadang-kadang gw nyupirin nyonya bos yg gw kenal,….loe kan tau ndere kalo nyonya bos jalane kemn…Uda ah…. ntar bacot gw nglantur keeles…! 

Ne nyang gwe perhati’in swasane nyang gw liat mudah-mudahan manfa’at buat yang ngebaca tulisan gue,…eee iye, lo heran kok gw bisa ngetik…bini gw jagonye… nah gw diajaren ame do’i

Dah…ye…gw inget-inget dlu :

Membeli Karena Ada Gratisan atw Bonus

Berape hari yg lalu gw jemput nyonya bos dibilangan cilandak, gw muter-muter di  mall, bukan mo bli baju…! Sementara nyonya bos lg makan sm koleganya… gw keliling sekedar melihat sekitar sambil merhati’in tehnik-tehnik promosi yang dilakukan para penjual pakain. Pas di lapak pakaian gw liat tulisan dengan karton dan spidol yang bertuliskan ”Beli celana GRATIS kaos”.
Nah salah satu contoh yang cukup menarik perhatian gw, trus gw coba ngedeketin dan lihat label yang ada di celana jeans ntu, bertuliskan ”Rp. 267.000,-”. trus gw lihat kaos yang dipake buat hadiah bertuliskan ”Rp. 42.000,-”, loe yakin gak harga celana jeans dan kaos tersebut di bawah Rp.267.000 ? gw gak banget. Soalnye gak ada satupun penjual yang sengaja merugikan dirinya. Malahan tehnik ini membuat mereka lebih untung, mengapa tidak? Konsumen atw pembeli yang hanya berniat membeli celana jeans akhirnya secara otomatis membeli kaos juga, mao gak mao ”suka atau tidak suka”. Trus perumpama’an laen masih diseputaran situ
Beli Deterjen berhadiah mankok cantik, emang kalo dibilang emang norak ”beli sabun cuci berhadiah mankok cantik”...tapi ini realita plus fakta… Gw gak seperti halnya para pria lain yang bisa menikmati suasana disitu, gw mengamati perempuan ABG memilih sabun, dari satu rak ke rak yang laen Cuma merhatiin merek sabun lainnya. Sejujurnya kejadian ini tidak masuk akal menurut gw, walaupun disitu gw bukan seorang pembeli tapi bagi seorang pembeli seharusnya memilih yang kualitasnya bagus dan harganya cukup murah supaya efektif dan efisien. Tapi berbeda di mata perempuan ABG itu tadi, dia memilih yang ada mankoknya, dan rela membayar sedikit lebih mahal. Percaya gak, itu bukan dia aj yang beli, tapi beberapa perempuan laen atw wanita lainnya juga melakukan hal yang sama. Mudah-mudahan gw gak salah prediksi atw piling, kaum wanita cenderung melihat hadiah daripada kaum laki-laki. Gw coba beraniin diri nanya kenapa beli merk itu “biasanya beli merek laen ,…tapi yang ini kan ada hadiahnya…” Emang dirumah belum punya mankok? Ada sih … tapikan ini hadiah” jawabnya sambil menaruhnya ke dalam keranjang. Rupanya hadiah membuat perasaan pembeli lebih senang. Ingat bahwa manusia punya sifat SERAKAH yang bisa Kita manfa’atkan sebagai dorongan untuk membeli,

Membeli Karena Kupon Berhadiah atw Undian

Nah , Strategi ini ada juga sering diterapkan di dunia penjualan. Si pembeli atw Konsumen yang senang membeli bila diberi kupon undian dengan hadiah yang bikin ngiler atw fantastic adalah tipe orang yang cenderung suka berspekulasi. Cara Tehnik ini apabila dijalanin atw diterapkan ke target konsumen yang tepat dapat meningkatkan jumlah pembelanjaan dengan gak di sangka atw luar biasa. Kalau Gw atw loe perhatiin dan tela’ah kuis-kuis sms yang pernah kita liat di tv, sekarang semakin menjadi-jadi. Bahkan loe-loe orang bisa berpeluang dengan menjawab pertanyaan yang amat sangat mudah, artinya emang pertanyaan-pertanyaan nto dibuat semudah mungkin supaya penonton langsung tahu jawabanya dan langsung mengirim sms yang bertarif kurang lebih 2000/sms.

Membeli Karena Diskon

Di seputaran mall dibilangan Blok M sehabis gw nganter kolega nyonya Bos, gw ngeliat toko pakaian yang lebih gila lagi menerapkan promosinya... ”Bayar ½ Harga”, banyak spanduk juga brosur kuning bertuliskan ” Bayar ½ Harga” dibeberapa jenis pakaian. Cara atw Tehnik diskon juga secara psikologis mempengaruhi calon pembeli karena harga sesungguhnya akan menaikkan nilai barang, dan… harga setelah diskon dirasa sangat menguntungkan, misalnya sebuah Dress berlabel, Secara tidak sadar konsumen atw pembeli akan menilai bahwa nilai dress
tersebut adalah Rp. 428.000,- disini gw bilang biar jelas, gw katakan nilai... bukan harga tapi nilai :
Rp. 428.000,--
Rp. 214.500,-
Ada pro dan kontra soal strategi macem ini, beberapa orang mengatakan bahwa konsumen saat ini tidak mudah dibegoin atw dibodohin, mereka pasti menghitung kualitas produk dan harga. Bener banget (tul sekali…), memang semua orang bisa menghitung, tapi alam bawah sadar tidak akan menghitung, dan faktanya, setelah gw ketemu seorang manager kenalan nyonya Bos di sana dan gw tanyain berapa omsetnya dengan strategi tersebut, dia menjawab hampir dua ratus juta lebih dalam satu malam.

Membeli Karena Uangnya Cukup

Pada kesempatan malam gw nganter Bos sekeluarga makan diluar, gw juga diajak makan bareng…tapi gw tau diri dong…mereka bukan sekedar makan, pastinya mereka juga ingin menikmati  suasana atw bercengkrama, jarang-jarang mereka ketemu satu suasana harmonis, walhasil gw makan selera padang, makan di sebuah rumah makan dan sedang membaca sebuah daftar menu, bagian mana yang anda lihat? Kanan atau kiri? menu atau harga? Sebagian kecil orang (dengan kondisi finansial lebih baik) melihat bagian kiri. Mereka melihat jenis makanan atau minuman apa yang mau mereka pesan. Sedangkan kebanyakan orang melihat bagian kanan terlebih dahulu, karena mereka menyesuaikan harga makanan dengan kondisi kantong nya. Jarang sekali ada pembeli yang tidak memperhitungkan harga, kecuali secara finansial dia sangat berlebih. Coba perhatikan di toko pakaian, kebanyakan orang yang tertarik dengan sebuah model pakaian akan segera menghampirinya dan melihat-lihat, selanjutnya.... anda tahu, mereka langsung mencari dimana letak label harganya. Jadi, sesuaikan harga produk anda dengan kantong pembeli, karena itu adalah cara yang paling cepat dan tepat untuk merubah calon konsumen jadi pembeli. Kridit istilahnya atw nyicil sangat digemari masyarakat.
Omset penjualan sepeda motor di Indonesia meledak gila gilaan kenapa? karena jasa penyedia kredit, harga rata-rata sebuah sepeda motor kurang lebih sepuluh juta rupiah, bahkan ada yang lebih mahal tergantung mereknya. Berapa peghasilan rata-rata penduduk Indonesia perbulannya? Kira-kira sekitar 2-3 juta, saya katakan ini rata-rata. Faktanya seorang karyawan dengan penghasilan satu juta rupiah perbulan saja memiliki sebuah sepeda motor gress. Tentu nya dengan jasa Finance atau nyicil. dengan cara tersebut harga sebuah sepeda motor bisa di bayarnya selama 24 bulan atw 2th misalnya.  Jika pruduk yang anda jual harganya tinggi dan tidak mungkin dicicil? Seperti apa jadinya. Sederhana, apabila memungkinkan, anda dapat memecah kuantitasnya menjadi lebih kecil sehingga mampu dibeli banyak orang dan lebih menguntungkan bahkan berlipat.
Coba perhatikan pembeli atw konsumen Supermarket diawal bulan, membelanjakan uangnya....?  mereka mengambil troli atau keranjang (meskipun hanya berniat untuk membeli sedikit barang). lalu mereka jalan sambil melihat-lihat apa yang mereka butuhkan, kemudian dalam perjalannya menuju kasir seringkali mata mereka tertuju pada tulisan ”OBRAL“, atau Cuci Gudang serba 5 ribu, atau hijab / jilbab 10 ribu, itulah kenyataanya barang-barang yang tidak terlalu mereka butuhkan tetapi tehnik promosinya tepat akhirnya mereka membeli juga. Jadi, Ingat... konsumen di supermarket tidak belanja berdasarkan kebutuhan, tetapi atas dasar tertarik, Yang penting  ... harga sesuai dengan isi kantong mereka!

Membeli Karena Kebutuhan

Kondisi konsumen disini memang bertolak belakang dengan konsep yang sudah dijelaskan diatas. Dalam satu kasus, konsumen tidak bisa berpegang pada konsep harga, diskon atau bonus apa lagi konsep undian, ada gak … kalau bicara kebutuhan…konsumen masih memikirkan gengsi??? Misalnya kondisi orang yang kita sayangi dalam keadaan kritis, yang harus segera berobat dan butuh biaya tidak sedikit, gw rasa gak ada…kalau memang ada gw rasa sarafnya ada yang salah…..
Kalau bicara kebutuhan…poinnya yaitu antara Hidup dan Mati, diukur harga… Berapapun Dibayar, walau dengan berhutang sekalipun, pada intinya, uang bukan ukuran. Apa saja termasuk kebutuhan dalam konsep ini
·         Bertahan hidup
·         Melanjutkan keturunan
·         Kebutuhan sehat jasmani/rohani
Mengapa demikian? semua orang mau sehat (bertahan hidup),semua orang ingin melanjutkan keturunannya
Andai produk anda mengikat alasan ini dan mengemas dengan bukti atw iklan yang meyakinkan maka dipastikan perusahaan anda berkambang pesat sebagai distributor produk kesehatan.
  
Membeli Karena Gengsi

Membeli Karena Gengsi, Aneh bin ajaib tapi nyata ... jarang dilihat tapi ini fakta. Banyak konsumen membeli sesuatu entah itu barang kebutuhan, rumah tinggal, kendaraan karena gengsi atau prestige.
Type konsumen seperti ini…biasanya senang dipuji
Contohnya: kita memanggilnya Bos, untuk  menawarkan produk, dia akan suka … keutamaan konsumen ini adalah gaya hidup (lifestyle),terkadang mereka tidak perlu selera, yang penting berkualitas, mahal dan bergaya, mereka tidak ingin tersaingi, menghadapi type ini tidak perlu banyak berargumen, tapi banyak menyanjung, pastikan bahwa produk kita cocok buat mereka dan persilahkan mereka mencobanya, jangan mendebatnya bila mereka ingin menjatuhkan produk kita, kasih contoh pada public figure yang mereka kenal. Apakah hanya kalangan mene ngah keatas yang bisa membeli karena gengsi? Tidak... coba anda perhatikan di lingkungan perumahan tipe BTN/21, konsep ini sering digunakan para sales sepeda motor. Kalangan menengah kebawah juga punya gengsi. Banyak sekali orang membeli motor karena tetangganya kemarin habis beli motor. Hanya sekedar ingin menunjukkan bahwa dia juga mampu membeli.
Jadi seorang sales yang berhasil menjual di suatu tempat seperti perumahan dapat dipastikan ordernya akan berkesinambungan ditempat itu. Dengan sedikit embel-embel janji  mengatakan : ”Pak sebelah bapak baru saja beli motor dari saya, mumpung promo pak, bapak ambil sekalian nanti saya bantu urus kreditnya...” Gengsi bisa menjadi kekuatan anda. Gengsi sangat berkaitan dengan Greedy (keserakahan).

No comments:

Post a Comment

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Wikipedia

Search results