SELAMAT DATANG-WELCOME-AHLAN WA SAHLAN>>> TERIMA KASIH KUNJUNGANYA-THANKS FOR JOIN

View Entri




UNTUK YANG LAGI GALAU >>> Jangan Lupa * tAKe & GivE*

Friday, 25 July 2014

KEMUNGKARAN YANG DI LAKUKAN PADA HARI RAYA ‘IED


Sesungguhnya kebahagiaan yang ada pada hari-hari raya kadang-kadang membuat manusia lupa atau sengaja melupakan perkara-perkara agama mereka dan hukum-hukum yang ada dalam Islam. Sehingga engkau melihat mereka banyak berbuat kemaksiatan dan kemungkaran-kemungkaran dalam keadaan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya !!
Agar menjadi peringatan bagi kaum muslimin dari perkara yang mereka lupakan dan mengingatkan mereka atas apa yang mereka telah lalai darinya.
Diantara Kemungkaran Itu Adalah:
1. Berhias Dengan Mencukur Jenggot.
Perkara ini banyak di lakukan Orang. Padahal mencukur jenggot merupakan perbuatan yang diharamkan dalam agama Allah سبحانه و تعالى sebagaimana ditunjukkan dalam hadits-hadits yang shahih yang berisi perintah untuk memanjangkan jenggot agar tidak tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafir yang  kita di perintah untuk menyelisihi mereka. Selain berkaitan dengan hal itu, memanjangkan jenggot termasuk fithrah (bagi laki-laki) yang tidak boleh kita rubah. Dalil-dalil tentang keharaman mencukur jenggot terdapat dalam kitab-kitab Imam Madzhab (yang empat) yang telah dikenal. 
2. Berjabat Tangan Dengan Wanita Yang Bukan Mahram.
Ini merupakan bencana yang banyak menimpa kaum muslimin, tidak ada yang selamat darinya kecuali orang yang dirahmati Allah. Perbuatan ini haram berdasarkan sabda Nabi صلي الله عليه وسلم. 
لَأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِـمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ، خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَتَحِلُّ لَهُ
"Seseorang ditusukkan jarum besi pada kepalanya adalah lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya"
Keharaman perbuatan ini di terangkan juga dalam kitab-kitab empat Imam Madzhab yang terkenal, oleh karena itu waspadalah.  
3. Tasyabbuh (Meniru)
Orang-Orang Kafir Dan Orang-Orang Barat Dalam Berpakaian Dan Mendengarkan Alat-Alat Musik Serta Perbuatan Mungkar Lainnya. 
Nabi صلي الله عليه وسلم telah bersabda: 
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
"Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka"    
Beliau, Rosululloh  صلي الله عليه وسلم juga bersabda:
لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْـحِرَ وَالْـحَرِيرَ وَالْـخَمْرَ وَالْـمَعَازِفَ، وَلَيَنْزِلَنَّ أَقْوَامٌ إِلَى جَنْبِ عَلَمٍ يَرُوْحُ عَلَيْهِمْ بِسَارِحَةٍ لَهُمْ، يَأْتِيْهِمْ-يَعْنِي الْفَقِيْرُ-لِـحَاجَةٍ فَيَقُوْلُوْا: اِرْجِعْ إِلَيْنَ غَدًا، فَيُبَيِّتُهُمْ اللهُ، وَيَضَعُ الْعَلَمَ، وَيُمْسَخُ آخَرِينَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
"Benar-benar akan ada pada umatku beberapa kaum yang mereka menghalalkan zina, sutera (bagi laki-laki ,-pent), khamr dan alat-alat musik. Dan benar-benar akan turun beberapa kaum menuju kaki gunung untuk melepaskan gembalaan mereka sambil beristirahat, kemudian mereka didatangi seorang fasik untuk suatu keperluan. Kemudian mereka berkata : 'Kembalilah kepada kami besok!' Lalu Allah membinasakan dan menimpakan  gunung itu pada mereka dan sebagian mereka dirubah oleh Allah menjadi kera dan babi hingga hari kiamat"   
4. Masuk Dan Bercengkerama Dengan Wanita-wanita Yang Bukan Mahram.
Hal ini dilarang oleh Nabi صلي الله عليه وسلم dengan sabda beliau. 
إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ، فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ
"Janganlah kalian masuk untuk menemui para wanita". Maka berkata salah seorang pria Anshar : "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang Al-Hamwu" Beliau berkata: "Al-Hamwu adalah maut" (HR. Bukhari 5232, Muslim 2172 dari 'Uqbah bin Amir) 
" Al-Allamah Az-Zamakhsyari berkata dalam menerangkan Al-Hamwu bentuk jamaknya adalah Ahmaa' adalah kerabat dekat suami seperti ayah, saudara laki-laki, pamannya dan selain mereka... Dan sabda beliau: Al-Hamwu adalah maut maknanya ia dikelilingi oleh kejelekan dan kerusakan yang telah mencapai puncaknya sehingga Rasulullah صلي الله عليه وسلم menyerupakannya dengan maut, karena hal itu merupakan sumber segala bencana dan kebinasaan. Yang demikian karena Al-Hamwu lebih berbahaya daripada orang lain yang tidak dikenal. Sebab kerabat dekat yang bukan mahram terkadang tidak ada kekhawatiran atasnya atau merasa aman terhadap mereka, lain halnya dengan orang yang bukan kerabat yang ditakuti sehingga selalu diawasi. Dan bisa jadi pernyataan Al-Hamwu adalah maut merupakan do'a kejelekan...., Artinya, seakan-akan kematian datang kepada wanita, seperti ipar yang masuk menemuinya sedang ia meridhai tindakan tersebut" (Al-Faiq fi Gharibil Hadits 9 1/318, Lihat An-Nihayah 1/448, Gharibul Hadits 3/351 dan Syarhus Sunnah 9/26,27) 
5. Wanita-Wanita Yang Bertabarruj (Berdandan Memamerkan Kecantikan)
Kemudian Keluar Ke Pasar-Pasar atau Tempat Lainnya.  Ini merupakan perbuatan yang diharamkan dalam syari'at Allah. Allah Ta'ala berfirman: 
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ
"Hendaklah mereka (wanita-wanita) tinggal di rumah-rumah mereka dan jangan bertabarruj ala jahiliyah dulu dan hendaklah mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat" (QS. Al-Ahzab/33: 33) 
Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda. 
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا:.... وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
"Dua golongan manusia termasuk penduduk neraka yang belum pernah aku melihatnya : ........ dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala-kepala mereka bagaikan punuk-punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau surga dapat tercium dari perjalanan sekian dan sekian"   
6. Mengkhususkan Ziarah Kubur Pada Hari Raya:
Membagi-bagikan manisan (permen) dan makanan di pekuburan, duduk di atas kuburan, bercampur baur antara pria dan wanita, bergurau dan meratapi orang-orang yang telah meninggal, dan kemungkaran-kemungkaran lainnya yang dilakukan secara terang-terangan.   
7. Boros dalam membelanjakan harta yang tidak ada manfaatnya dan tidak ada kebaikan padanya. 
Allah عزّوجلّ berfirman: 
وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
"Janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan" (QS. Al-An'am/6: 141 dan QS. Al-A’raf/7: 31)
Selain itu, Allah Jalla Sya’nahu berfirman:
وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيراً. إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat boros itu adalah saudaranya syaitan" (QS. Al-Isra/17: 26-27) 
Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: 
لَا تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ .... وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ
"Tidak akan berpindah kedua kaki anak Adam pada hari kiamat dari sisi Rabb-nya hingga ditanya tentang ... dan hartanya dari mana ia perolah dan ke mana ia belanjakan"    
8. Kebanyakan manusia meninggalkan shalat berjama'ah di masjid tanpa alasan syar'i
Mengerjakan shalat ied tetapi tidak shalat lima waktu. demi allah, sesungguhnya ini adalah salah satu bencana yang amat besar. 
9. Berdatangannya sebagian besar orang-orang awam ke kuburan setelah fajar hari raya ;
mereka meninggalkan shalat Ied, di rancukan dengan bid'ah mengkhususkan ziarah kubur pada hari raya.
Sebagian mereka meletakkan pada kuburan itu pelepah kurma dan ranting-ranting pohon !!  Semua ini tidak ada asalnya dalam sunnah. 
10. Tidak adanya kasih sayang terhadap fakir miskin.
Sehingga anak-anak orang kaya memperlihatkan kebahagiaan dan kegembiraan dengan bebagai jenis makanan yang mereka pamerkan di hadapan orang-orang fakir dan anak-anak mereka tanpa perasaan kasihan atau keinginan untuk membantu dan merasa bertanggung jawab.
Padahal Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda. 
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
"Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya"
11. Bid'ah-bid'ah yang dilakukan oleh kebanyakan orang yang dianggap syaikh (guru, ulama, wali, ajengan, kyai haji, dan lain-lain ) dengan pengakuan bertaqqarub kepada Allah Ta'ala, padahal tidak ada asalnya sama sekali dalam agama Allah.  
Bid'ah itu banyak sekali, salah satu di antaranya yaitu kebanyakan para khatib dan pemberi nasehat menyerukan untuk menghidupkan malam hari Id (dengan ibadah) dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Tidak hanya sebatas itu yang mereka perbuat, bahkan mereka menyandarkan hadits palsu kepada Rasulullah صلي الله عليه وسلم, yaitu hadits yang berbunyi:
من أحيا ليلة الفطر وليلة الأضحى لم يمت قلبه يوم تموت القلوب
“Barangsiapa yang menghidupkan malam Idul Fithri dan Idul Adha maka hatinya tidak akan mati pada hari yang semua hati akan mati"
Hadits ini tidak boleh sama sekali disandarkan kepada Rasulullah صلي الله عليه وسلم.
Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad صلي الله عليه وسلم

Insya Alloh Bermanfa'at............

No comments:

Post a Comment

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Wikipedia

Search results