SELAMAT DATANG-WELCOME-AHLAN WA SAHLAN>>> TERIMA KASIH KUNJUNGANYA-THANKS FOR JOIN

View Entri




UNTUK YANG LAGI GALAU >>> Jangan Lupa * tAKe & GivE*

Sunday, 25 May 2014

Kurikulum Berbasis Kompetensi






Kurikulum Berbasis Kompetensi
KEBIJAKSANAAN UMUM

Pendidikan Dasar dan Menengah
Pusat Kurikulum – Badan Penelitian dan Pengembangan
Departement Pendidikan Nasional

BAB1
PENDAHULUAN

Perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. berbangsa, dan Bernegara di dalam negeri dan isu-isu mutakhir dari luar negeri yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia merupakan hal-ha] yang harus segera ditanggapi dan dipertimbangkan dalarn penyusunan kurikulum baru pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Pertama, dengan diluncurkannya beberapa peraturan perundang-undangan yang baru telah membawa implikasi terhadap paradigma pengembangan kurikulum pendidikan dasar dan menengah antara lain pembaharuan dan Divensifikasi kurikulum, serta pembagian kewenangan pengembangan kurikulum. Kedua, dengan perkembangan dan perubahan global dalam berbagai aspek kehidupan yang datang begitu cepat telah menjadi tantangan nasiona] dan menuntut perhatian segera dan serius. Ketiga. dengan kondisi masa sekarang dan kecenderungan di masa yang akan datang perlu dipersiapkan generasi muda termasuk peserta didik yang memiliki kompetensi yang multi dimensional. Keempat. dengan mengacu pada ketiga hal tersebut maka pengembangan kunikulum masa sekarang harus dapat mengantisipasi persoalan-persoalan yang mempunyai kemungkinan besar sudah dan/atau akan terjadi.
Kurikulum yang dibutuhkan di masa yang akan datang yaitu kurikulum yang berbasis kompetensi. Kompetensi dikembangkan untuk memberikan keterampilan dan keahlian bertahan hidup dalam perubahan, pertentangan, ketidak menentuan, ketidakpastian, dan kerumitan kerumitan dalam kehidupan. Kurikulum berbasis kompetensi ditujukan untuk menciptakan tamatan yang kompeten dan cerdas dalam membangun identitas budaya dan bangsanya. Kurikulum ini dapat memberikan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, pengalaman belajar yang membangun integritas sosial, serta membudayakan dan mewujudkan karakter nasional.
Dengan kurikulum yang demikian dapat memudahkan guru dalam penyajian pengalaman belajar yang sejalan dengan prinsip belajar sepanjang hayat yang mengacu pada empat pilar pendidikan universal, yaitu: belajar mengetahui, belajar melakukan, belajar menjadi diri sendiri, dan belajar hidup dalam kebersamaan.

Mempersiapkan peserta didik yang memiliki berbagai kompetensi pada hakikatnya merupakan upaya untuk menyiapkan peserta didik yang memiliki kemampuan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial yang bermutu tinggi. Dengan memiliki kompetensi semacam itu, peserta didik diharapkan mampu untuk menghadapi dan mengatasi segala macam akibat dan adanya perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam lingkungan yang terdekat sampai yang terjauh (Iokal, nasional, regional, dan internasional).



BAB 2
PRINSIP-PRINSIP DALAM PENGEMBANGAN
KURIKULUM

Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses yang dinamik dengan berdasarkan pada
prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.          Keseimbangan etika, logika, estetika, dan kinestika.
Kurikulum merupakan input instrumental yang digunakan untuk menyeimbangkan pengalaman belajar yang mengembangkan etika, estetika, logika, dan kinestika. Pengembangan etika dilaksanakan dalam rangka penanaman nilai-nilai sosial dan moral termasuk menghargai dan mengangkat nilai-nilai pluralitas dan nilai-nilai universal. Pengembangan estetika menempatkan pengalaman belajar dalam konteks holistik dan total untuk memberikan ruang bagi pengalaman estetik dengan melalui berbagai kegiatan yang dapat mengekspresikan gagasan, rasa, dan karsa. Logika yang dikembangkan termasuk berpikir kreatif dan inovatif dengan keseimbangan yang nyata antara kognisi dan emosi dapat memberikan keterampilan kognitif sekaligus dengan keterampilan interpersonal.
2.          Kesamaan Memperoleh Kesempatan
Setiap orang berhak menerima pendidikan yang tepat sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya. Untuk itu perlu adanya jaminan keberpihakan kepada peserta didik yang kurang beruntung dan segi ekonomi dan sosial, yang memerlukan bantuan khusus, berbakat, dan unggul. Hal tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan upaya untuk menjamin persamaan memperoleh kesempatan pendidikan.

3.       Memperkuat Identitas Nasional
Kurikulum harus menanamkan dan mempertahankan kebanggaan menjadi bangsa Indonesia melalui pemahaman terhadap pentumbuhan peradaban bangsa Indonesia dan sumbangan bangsa Indonesia terhadap peradaban dunia. Dengan demikian kurikulum harus mempertahankan keberlanjutan tradisi budaya yang bermanfaat dan mengembangkan kesadaran, semangat, dan kesatuan nasional. Materi tentang pemeliharaan identitas nasionat patriotisme, sikap nonsektarian, kemampuan untuk bertoleransi terhadap perbedaan yang ditimbulkan oleh agama, ideologi, wilayah, bahasa, dan gender perlu diperhatikan dalam kurikulum.
4.       Menghadapi Abad Pengetahuan
Globalisasi dalam bidang informasi, komunikasi, dan teknologi menyebabkan semakin meningkatnya fenomena perkembangan ekonomi berbasis pengetahuan. Pasar bebas, kemampuan bersaing, serta penguasaan pengetahuan dan teknologi menjadi makin penting untuk kemajuan suatu bangsa. Sumber daya alam yang makin terbatas tidak lagi dapat menjadi tumpuan modal karena sumber kesejahteraan suatu bangsa telah bergeser dan modal fisik ke modal intelektual, pengetahuan, sosial, dan kredibilitas. Pada abad pengetahuan ini diperlukan masyarakat yang berpengetahuan yang diperoleh dengan cara belajar sepanjang hayat. Sifat pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai oleh masyarakat sangat beragam dan berkualitas, sehingga diperlukan kurikulum yang mendorong untuk meningkatkan kemampuan metakognitif dan kemampuan berpikir dan belajar dalam mengakses, memilih, menilai pengetahuan, dan mengatasi situasi yang membingungkan dan penuh ketidakpastian.
5.       Menyongsong Tantangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Revolusi dalam teknologi informasi dan komunikasi merupakan tantangan fundamental yang dapat mengubah masyarakat biasa ke dalam masyarakat informasi dan masyarakat pengetahuan. Teknologi informasi dan komunikasi berpotensi untuk menyediakan kemudahan belajar elektronik atau belajar dengan kabel on-line yang mempermudah akses ke dalam informasi dan ilmu pengetahuan baru yang tidak tertulis dalam kurikulum. Oleh karena itu diperlukan kurikulum yang luwes dan adaptif terhadap berbagai pengetahuan baru sesuai
dengan keadaan zaman.
6.       Mengembangkan Keterampilan Hidup
Pendidikan perlu menyiapkan peserta didik agar mampu mengembangkan keterampilan hidup untuk menghadapi tantangan hidup yang terjadi di masyarakatnya. Beberapa aspek utama keterampilan hidup antara lain kerumah tanggaan, pemecahan masalah, berpikir kritis, komunikasi, kesadaran diri, menghindari stres, membuat keputusan, berpikir kreatif, hubungan interpersonal dan pemahaman tentang berbagai bentuk pekerjaan serta
kemampuan vokasional disertai sikap positif terhadap kerja. Oleh karena itu, di dalam kurikulum perlu di masukan keterampilan hidup agar peserta didik memiliki kemampuan bersikap dan berperilaku adaptif dalam menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan sehari hari secara efektif.
7.       Mengintegrasikan Unsur-unsur Penting Ke Dalam Kurikuler
Kurikulum perlu memuat dan mengintegrasikan pengetahuan dan sikap tentang budi pekerti, hak asasi manusia, pariwisata, lingkungan hidup dan kependudukan, kehutanan, home economics, pencegahan konsumerisme, pencegahan HIV/AIDS, penangkalan penyalahgunaan narkoba, perdamaian, demokrasi, dan peningkatan konsensus pada nilai-nilai universal. Pengintegrasian unsur-unsur tensebut perlu disesuaikan dengan sifat rnata pelajaran pokok yang relevan dan perkembangan kemampuan peserta didik.
8.       Pendidikan Alternatif
Pendidikan tidak hanya terjadi sccara formal di sekolah tetapi juga harus terjadi di mana saja. Hal itu sangat penting terutama dalam rangka mencapai universalisasi dan demokratisasi pendidikan. Pendidikan alternatif meliputi antara lain pendidikan non-formal, pendidikan terbuka, pendidikan jarak jauh, sistem lain yang lentur yang diselenggarakan oleh pemerintah atau organisasi non-pemerintah.
9.       Berpusat Pada Anak Sebagai Pembangun Pengetaliuan
Upaya untuk memandirikan peserta didik untuk belajar, berkolaborasi, membantu teman, mengadakan pengamatan, dan penilaian din untuk suatu refleksi akan mendorong rnereka untuk membangun pengetahuannya sendiri. Dengan demikian pandangan baru akan diperoleh melalui pengalaman langsung secara lebih efektif. Dalam hal ini, peran utama guru adalah sebagai fasilitator belajar.
10.    Pendidikan Multikultur dan Multibahasa
Indonesia terdiri atas masyarakat dengan beragam budaya, bahasa, dan agama. Implikasi dari hal tersebut yaitu bahwa dalam pendidikan perlu menerapkan metodik yang produktif dan kontekstual untuk mengakomodasikan sifat dan sikap masyarakat pluraristik dalam kerangka pembentukan jati diri bangsa.
11.    Penilaian Berkelanjutan dan Komprehensif
Kurikulum harus menanggapi kebutuhan belajar peserta didik untuk mengetahui hasil belajarnya. Hasil belajar dipandang sebagai umpan balik untuk perbaikan lebih lanjut terhadap segala kekurangan dan kelebihan peserta didik selama belajar dalam kurun waktu tertentu. Oleh karenanya penilaian berkelanjutan dan komprehensif menjadi sangat penting dalam dunia pendidikan. Hasil dan suatu penilaian umumnya tergantung pada identifikasi jenis dan alat penilaian yang digunakan serta tujuan, kriteria penilaian. dan interpretasi hasil. Relevansi, reliabilitas, dan validitas penilaian merupakan prosedur yang menentukan kualitas umpan balik. Penilaian berkelanjutan mengacu kepada penilaian yang dilaksanakan oleh guru itu sendiri dengan proses penilaian yang dilakukan secara transparan. Penilaian harus dilakukan secara komprehensif yang mencakup aspek kompetensi akademik dan keterampilan hidup.
12.    Pendidikan Sepanjang Hayat
Pendidikan harus berlanjut sepanjang hidup manusia dalam rangka untuk mengembangkan, menambah kesadaran, dan selalu belajar tentang dunia yang berubah dalam segala bidang. Dengan demikian, kerusakan dan keusangan pengetahuan dapat dihindari. Dalam hal ini, kurikulum harus menyediakan kompetensi dan materi yang berguna bagi peserta didik bukan hanya untuk kepentingannya di masa sekarang, tetapi juga kepentingannya di masa yang akan datang dengan memberikan fondasi yang kuat untuk inkuiri dan memecahkan masalah yang merupakan titik awal untuk menguasai cara berpikir bagaimana berpikir dan belajar
sepanjang hidupnya.

BAB 3
VISI DAN MISI JENJANG PENDIDIKAN

A.    Visi
1.     Pendidikan Dasar
Penyelenggaraan pendidikan dasar adalah dalam rangka menghasilkan lulusan yang mempunyai dasar-dasar karakter, kecakapan, keterampilan, dan pengetahuan yang kuat dan memadai untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal sehingga memiliki ketahanan dan keberhasilan dalam pendidikan lanjutan atau dalam kehidupan yang selalu berubah sesuai dengan perkembangan jaman.
2.     Pendidikan Menengah
Penyelenggaraan pendidikan menengah adalah dalam rangka menghasilkan lulusan yang memiliki karakter, kecakapan, dan keterampilan yang kuat untuk digunakan dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar, serta mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi.

B.      MISI

1. Pendidikan Dasar
Pendidikan dasar diselenggarakan dengan misi sebagai berikut:
• Menanamkan dasar-dasar perilaku berbudi pekerti dan berakhlak mulia.
• Menumbuhkan dasar-dasar kemahiran membaca, menulis, dan berhitung.
• Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif.
• Menumbuhkan sikap toleran, tanggung jawab, kemandirian dan kecakapan emosional.
• Memberikan dasar-dasar keterampilan hidup, kewirausahaan, dan etos kerja.
• Membentuk rasa cinta terhadap tanah air Indonesia.
2. Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah diselenggarakan dengan misi sebagai berikut:
• Memberikan kemampuan minimal bagi jurusan untuk melanjutkan pendidikan dan hidup dalam masyarakat.
• Menyiapkan sebagian besar warga negara menuju masyarakat belajar pada masa yang akan datang.
• Menyiapkan lulusan menjadi anggota masyarakat yang memahami dan menginternalisasi perangkat gagasan dan nilai masyarakat beradab dan cerdas.

BAB 4
KOMPETENSI TAMATAN

Kurikulum disusun untuk mengembangkan kompetensi peserta didik secara keseluruhan. Kompetensi ini terdiri dari kemampuan akademik, keterampilan hidup, pengembangan moral, pembentukan karakter yang kuat, kebiasaan hidup sehat, semangat bekerja sama, dan apresiasi estetika terhadap dunia sekitarnya. Dengan kata lain, kurikulum mengembangkan keharmonisan pemilikan kemampuan logika, etika, estetika, dan kinestika.
Pada hakikatnya, kurikulum disusun untuk dapat menjadi input instrumental yang membantu peserta didik untuk berkembang sebagai individu sesuai dengan bakat dan kemampuannya, serta tumbuh menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya.

A. KOMPETENSI TAMATAN SEKOLAH DASAR  MADRASAH IBTTDAIYAH

Tamatan sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah mempunyai kemampuan untuk:
• Mengenali dan berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang diyakini.
• Mengenali dan menjalankan hak dan kewajiban diri, benetos kerja, dan peduli terhadap lingkungan.
• Berpikir logis, kritis, kreatif serta berkomunikasi Iisan, tulis, melalui berbagai media termasuk teknologi informasi.
• Menikmati dan menghargai keindahan.
• Membiasakan pola hidup sehat.
• Memiliki rasa cinta dan bangga terhadap tanah air.

B. KOMPETENSI TAMATAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/ MADRASAH
TSANAWIYAH

Tamatan sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah mempunyai
kemampuan untuk:
• Meyakini, memahami, dan menjalankan ajaran agama dalam kehidupan.
• Memahami dan menjalankan hak dan kewajiban untuk berkarya secara produktif, kompetitif, dan mampu memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab.
• Berfikir logis, kritis, inovatif, memecahkan masalah, serta berkomunikasi lisan, dan tulis secara kontekstual melalui berbagai media termasuk teknologi informasi.
• Berekspresi dan menghargai seni.
• Menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani.
• Berpartisipasi aktif dalam kehidupan sebagai cerminan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan tanah air.

C. KOMPETENSI TAMATAN SEKOLAH MENENGAH UMUM MADRASAH
ALIYAH

Tamatan sekolah menengah umum/madrasah aliyah mempunyai kemampuan untuk:
• Memiliki keyakinan dan ketaqwaan yang tercermin dalam perilaku sehari-hari sesuai dengan ajaran agama yang di                 anutnya.
• Memiliki nilai dasar humaniora untuk menerapkan kebersamaan dalam kehidupan.
• Menguasai pengetahuan dan keterampilan akademik serta beretos belajar untuk melanjutkan pendidikan.
• Mengalihgunakan kemampuan akademik dan keterampilan hidup di masyarakat loka1 dan global.

• Berpartisipasi aktif, demokratis, dan berwawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.




Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Wikipedia

Search results