Kurikulum
Berbasis Kompetensi
KEBIJAKSANAAN
UMUM
Pendidikan Dasar dan Menengah
Pusat Kurikulum – Badan Penelitian dan Pengembangan
Departement Pendidikan Nasional
BAB1
PENDAHULUAN
Perkembangan dan perubahan yang terjadi
dalam kehidupan bermasyarakat. berbangsa, dan Bernegara di dalam negeri dan
isu-isu mutakhir dari luar negeri yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat
dan bangsa Indonesia merupakan hal-ha] yang harus segera ditanggapi dan dipertimbangkan
dalarn penyusunan kurikulum baru pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Pertama, dengan diluncurkannya beberapa
peraturan perundang-undangan yang baru telah membawa implikasi terhadap
paradigma pengembangan kurikulum pendidikan dasar dan menengah antara lain
pembaharuan dan Divensifikasi kurikulum, serta pembagian kewenangan pengembangan
kurikulum. Kedua, dengan perkembangan dan perubahan global dalam berbagai aspek
kehidupan yang datang begitu cepat telah menjadi tantangan nasiona] dan
menuntut perhatian segera dan serius. Ketiga. dengan kondisi masa sekarang dan
kecenderungan di masa yang akan datang perlu dipersiapkan generasi muda
termasuk peserta didik yang memiliki kompetensi yang multi dimensional. Keempat.
dengan mengacu pada ketiga hal tersebut maka pengembangan kunikulum masa sekarang
harus dapat mengantisipasi persoalan-persoalan yang mempunyai kemungkinan besar
sudah dan/atau akan terjadi.
Kurikulum yang dibutuhkan di masa yang
akan datang yaitu kurikulum yang berbasis kompetensi. Kompetensi dikembangkan
untuk memberikan keterampilan dan keahlian bertahan hidup dalam perubahan,
pertentangan, ketidak menentuan, ketidakpastian, dan kerumitan kerumitan dalam
kehidupan. Kurikulum berbasis kompetensi ditujukan untuk menciptakan tamatan
yang kompeten dan cerdas dalam membangun identitas budaya dan bangsanya. Kurikulum
ini dapat memberikan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, pengalaman belajar yang
membangun integritas sosial, serta membudayakan dan mewujudkan karakter
nasional.
Dengan
kurikulum yang demikian dapat memudahkan guru dalam penyajian pengalaman belajar
yang sejalan dengan prinsip belajar sepanjang hayat yang mengacu pada empat
pilar pendidikan universal, yaitu: belajar mengetahui, belajar melakukan,
belajar menjadi diri sendiri, dan belajar hidup dalam kebersamaan.
Mempersiapkan peserta didik yang
memiliki berbagai kompetensi pada hakikatnya merupakan upaya untuk menyiapkan
peserta didik yang memiliki kemampuan intelektual, emosional, spiritual, dan
sosial yang bermutu tinggi. Dengan memiliki kompetensi semacam itu, peserta didik
diharapkan mampu untuk menghadapi dan mengatasi segala macam akibat dan adanya
perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam lingkungan yang terdekat sampai
yang terjauh (Iokal, nasional, regional, dan internasional).
BAB 2
PRINSIP-PRINSIP
DALAM PENGEMBANGAN
KURIKULUM
Pengembangan
kurikulum merupakan suatu proses yang dinamik dengan berdasarkan pada
prinsip-prinsip
sebagai berikut:
1.
Keseimbangan
etika, logika, estetika, dan kinestika.
Kurikulum merupakan input instrumental
yang digunakan untuk menyeimbangkan pengalaman belajar yang mengembangkan
etika, estetika, logika, dan kinestika. Pengembangan etika dilaksanakan dalam
rangka penanaman nilai-nilai sosial dan moral termasuk menghargai dan
mengangkat nilai-nilai pluralitas dan nilai-nilai universal. Pengembangan
estetika menempatkan pengalaman belajar dalam konteks holistik dan total untuk
memberikan ruang bagi pengalaman estetik dengan melalui berbagai kegiatan yang dapat
mengekspresikan gagasan, rasa, dan karsa. Logika yang dikembangkan termasuk berpikir
kreatif dan inovatif dengan keseimbangan yang nyata antara kognisi dan emosi
dapat memberikan keterampilan kognitif sekaligus dengan keterampilan
interpersonal.
2.
Kesamaan
Memperoleh Kesempatan
Setiap orang berhak menerima pendidikan
yang tepat sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya. Untuk itu perlu adanya
jaminan keberpihakan kepada peserta didik yang kurang beruntung dan segi
ekonomi dan sosial, yang memerlukan bantuan khusus, berbakat, dan unggul. Hal
tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan upaya untuk menjamin persamaan
memperoleh kesempatan pendidikan.
3.
Memperkuat Identitas
Nasional
Kurikulum
harus menanamkan dan mempertahankan kebanggaan menjadi bangsa Indonesia melalui
pemahaman terhadap pentumbuhan peradaban bangsa Indonesia dan sumbangan bangsa
Indonesia terhadap peradaban dunia. Dengan demikian kurikulum harus mempertahankan
keberlanjutan tradisi budaya yang bermanfaat dan mengembangkan kesadaran,
semangat, dan kesatuan nasional. Materi tentang pemeliharaan identitas nasionat
patriotisme, sikap nonsektarian, kemampuan untuk bertoleransi terhadap
perbedaan yang ditimbulkan oleh agama, ideologi, wilayah, bahasa, dan gender
perlu diperhatikan dalam kurikulum.
4.
Menghadapi Abad
Pengetahuan
Globalisasi
dalam bidang informasi, komunikasi, dan teknologi menyebabkan semakin meningkatnya
fenomena perkembangan ekonomi berbasis pengetahuan. Pasar bebas, kemampuan
bersaing, serta penguasaan pengetahuan dan teknologi menjadi makin penting untuk
kemajuan suatu bangsa. Sumber daya alam yang makin terbatas tidak lagi dapat
menjadi tumpuan modal karena sumber kesejahteraan suatu bangsa telah bergeser
dan modal fisik ke modal intelektual, pengetahuan, sosial, dan kredibilitas.
Pada abad pengetahuan ini diperlukan masyarakat yang berpengetahuan yang
diperoleh dengan cara belajar sepanjang hayat. Sifat pengetahuan dan
keterampilan yang harus dikuasai oleh masyarakat sangat beragam dan berkualitas,
sehingga diperlukan kurikulum yang mendorong untuk meningkatkan kemampuan
metakognitif dan kemampuan berpikir dan belajar dalam mengakses, memilih, menilai
pengetahuan, dan mengatasi situasi yang membingungkan dan penuh ketidakpastian.
5.
Menyongsong
Tantangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Revolusi
dalam teknologi informasi dan komunikasi merupakan tantangan fundamental yang dapat
mengubah masyarakat biasa ke dalam masyarakat informasi dan masyarakat pengetahuan.
Teknologi informasi dan komunikasi berpotensi untuk menyediakan kemudahan belajar
elektronik atau belajar dengan kabel on-line yang mempermudah akses ke dalam informasi
dan ilmu pengetahuan baru yang tidak tertulis dalam kurikulum. Oleh karena itu diperlukan
kurikulum yang luwes dan adaptif terhadap berbagai pengetahuan baru sesuai
dengan
keadaan zaman.
6.
Mengembangkan
Keterampilan Hidup
Pendidikan
perlu menyiapkan peserta didik agar mampu mengembangkan keterampilan hidup untuk
menghadapi tantangan hidup yang terjadi di masyarakatnya. Beberapa aspek utama
keterampilan hidup antara lain kerumah tanggaan, pemecahan masalah, berpikir
kritis, komunikasi, kesadaran diri, menghindari stres, membuat keputusan,
berpikir kreatif, hubungan interpersonal dan pemahaman tentang berbagai bentuk
pekerjaan serta
kemampuan
vokasional disertai sikap positif terhadap kerja. Oleh karena itu, di dalam kurikulum
perlu di masukan keterampilan hidup agar peserta didik memiliki kemampuan bersikap
dan berperilaku adaptif dalam menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan
sehari hari secara efektif.
7.
Mengintegrasikan
Unsur-unsur Penting Ke Dalam Kurikuler
Kurikulum
perlu memuat dan mengintegrasikan pengetahuan dan sikap tentang budi pekerti, hak
asasi manusia, pariwisata, lingkungan hidup dan kependudukan, kehutanan, home economics,
pencegahan konsumerisme, pencegahan HIV/AIDS, penangkalan penyalahgunaan narkoba,
perdamaian, demokrasi, dan peningkatan konsensus pada nilai-nilai universal. Pengintegrasian
unsur-unsur tensebut perlu disesuaikan dengan sifat rnata pelajaran pokok yang
relevan dan perkembangan kemampuan peserta didik.
8.
Pendidikan
Alternatif
Pendidikan
tidak hanya terjadi sccara formal di sekolah tetapi juga harus terjadi di mana
saja. Hal itu sangat penting terutama dalam rangka mencapai universalisasi dan
demokratisasi pendidikan. Pendidikan alternatif meliputi antara lain pendidikan
non-formal, pendidikan terbuka, pendidikan jarak jauh, sistem lain yang lentur
yang diselenggarakan oleh pemerintah atau organisasi non-pemerintah.
9.
Berpusat Pada
Anak Sebagai Pembangun Pengetaliuan
Upaya
untuk memandirikan peserta didik untuk belajar, berkolaborasi, membantu teman, mengadakan
pengamatan, dan penilaian din untuk suatu refleksi akan mendorong rnereka untuk
membangun pengetahuannya sendiri. Dengan demikian pandangan baru akan diperoleh
melalui pengalaman langsung secara lebih efektif. Dalam hal ini, peran utama
guru adalah sebagai fasilitator belajar.
10.
Pendidikan
Multikultur dan Multibahasa
Indonesia
terdiri atas masyarakat dengan beragam budaya, bahasa, dan agama. Implikasi
dari hal tersebut yaitu bahwa dalam pendidikan perlu menerapkan metodik yang
produktif dan kontekstual untuk mengakomodasikan sifat dan sikap masyarakat
pluraristik dalam kerangka pembentukan jati diri bangsa.
11.
Penilaian
Berkelanjutan dan Komprehensif
Kurikulum
harus menanggapi kebutuhan belajar peserta didik untuk mengetahui hasil belajarnya.
Hasil belajar dipandang sebagai umpan balik untuk perbaikan lebih lanjut terhadap
segala kekurangan dan kelebihan peserta didik selama belajar dalam kurun waktu tertentu.
Oleh karenanya penilaian berkelanjutan dan komprehensif menjadi sangat penting dalam
dunia pendidikan. Hasil dan suatu penilaian umumnya tergantung pada
identifikasi jenis dan alat penilaian yang digunakan serta tujuan, kriteria
penilaian. dan interpretasi hasil. Relevansi, reliabilitas, dan validitas
penilaian merupakan prosedur yang menentukan kualitas umpan balik. Penilaian
berkelanjutan mengacu kepada penilaian yang dilaksanakan oleh guru itu sendiri
dengan proses penilaian yang dilakukan secara transparan. Penilaian harus dilakukan
secara komprehensif yang mencakup aspek kompetensi akademik dan keterampilan
hidup.
12.
Pendidikan
Sepanjang Hayat
Pendidikan
harus berlanjut sepanjang hidup manusia dalam rangka untuk mengembangkan, menambah
kesadaran, dan selalu belajar tentang dunia yang berubah dalam segala bidang. Dengan
demikian, kerusakan dan keusangan pengetahuan dapat dihindari. Dalam hal ini, kurikulum
harus menyediakan kompetensi dan materi yang berguna bagi peserta didik bukan hanya
untuk kepentingannya di masa sekarang, tetapi juga kepentingannya di masa yang akan
datang dengan memberikan fondasi yang kuat untuk inkuiri dan memecahkan masalah
yang merupakan titik awal untuk menguasai cara berpikir bagaimana berpikir dan
belajar
sepanjang
hidupnya.
BAB 3
VISI DAN MISI
JENJANG PENDIDIKAN
A.
Visi
1.
Pendidikan
Dasar
Penyelenggaraan
pendidikan dasar adalah dalam rangka menghasilkan lulusan yang mempunyai
dasar-dasar karakter, kecakapan, keterampilan, dan pengetahuan yang kuat dan memadai
untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal sehingga memiliki ketahanan
dan keberhasilan dalam pendidikan lanjutan atau dalam kehidupan yang selalu berubah
sesuai dengan perkembangan jaman.
2.
Pendidikan
Menengah
Penyelenggaraan
pendidikan menengah adalah dalam rangka menghasilkan lulusan yang memiliki
karakter, kecakapan, dan keterampilan yang kuat untuk digunakan dalam mengadakan
hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar, serta
mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi.
B.
MISI
1.
Pendidikan Dasar
Pendidikan dasar diselenggarakan dengan
misi sebagai berikut:
•
Menanamkan dasar-dasar perilaku berbudi pekerti dan berakhlak mulia.
•
Menumbuhkan dasar-dasar kemahiran membaca, menulis, dan berhitung.
•
Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan berpikir logis, kritis,
dan kreatif.
•
Menumbuhkan sikap toleran, tanggung jawab, kemandirian dan kecakapan emosional.
•
Memberikan dasar-dasar keterampilan hidup, kewirausahaan, dan etos kerja.
•
Membentuk rasa cinta terhadap tanah air Indonesia.
2.
Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah diselenggarakan
dengan misi sebagai berikut:
•
Memberikan kemampuan minimal bagi jurusan untuk melanjutkan pendidikan dan
hidup dalam masyarakat.
•
Menyiapkan sebagian besar warga negara menuju masyarakat belajar pada masa yang
akan datang.
•
Menyiapkan lulusan menjadi anggota masyarakat yang memahami dan menginternalisasi
perangkat gagasan dan nilai masyarakat beradab dan cerdas.
BAB 4
KOMPETENSI
TAMATAN
Kurikulum disusun untuk mengembangkan
kompetensi peserta didik secara keseluruhan. Kompetensi ini terdiri dari
kemampuan akademik, keterampilan hidup, pengembangan moral, pembentukan
karakter yang kuat, kebiasaan hidup sehat, semangat bekerja sama, dan apresiasi
estetika terhadap dunia sekitarnya. Dengan kata lain, kurikulum mengembangkan
keharmonisan pemilikan kemampuan logika, etika, estetika, dan kinestika.
Pada hakikatnya, kurikulum disusun untuk
dapat menjadi input instrumental yang membantu peserta didik untuk berkembang
sebagai individu sesuai dengan bakat dan kemampuannya, serta tumbuh menjadi
warga negara yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
A.
KOMPETENSI TAMATAN SEKOLAH DASAR MADRASAH IBTTDAIYAH
Tamatan
sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah mempunyai kemampuan untuk:
•
Mengenali dan berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang diyakini.
•
Mengenali dan menjalankan hak dan kewajiban diri, benetos kerja, dan peduli
terhadap lingkungan.
•
Berpikir logis, kritis, kreatif serta berkomunikasi Iisan, tulis, melalui
berbagai media termasuk teknologi informasi.
•
Menikmati dan menghargai keindahan.
•
Membiasakan pola hidup sehat.
•
Memiliki rasa cinta dan bangga terhadap tanah air.
B.
KOMPETENSI TAMATAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/ MADRASAH
TSANAWIYAH
Tamatan
sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah mempunyai
kemampuan
untuk:
•
Meyakini, memahami, dan menjalankan ajaran agama dalam kehidupan.
•
Memahami dan menjalankan hak dan kewajiban untuk berkarya secara produktif,
kompetitif, dan mampu memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab.
•
Berfikir logis, kritis, inovatif, memecahkan masalah, serta berkomunikasi
lisan, dan tulis secara kontekstual melalui berbagai media termasuk teknologi
informasi.
•
Berekspresi dan menghargai seni.
•
Menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani.
•
Berpartisipasi aktif dalam kehidupan sebagai cerminan rasa cinta dan bangga
terhadap bangsa dan tanah air.
C.
KOMPETENSI TAMATAN SEKOLAH MENENGAH UMUM MADRASAH
ALIYAH
Tamatan
sekolah menengah umum/madrasah aliyah mempunyai kemampuan untuk:
•
Memiliki keyakinan dan ketaqwaan yang tercermin dalam perilaku sehari-hari
sesuai dengan ajaran agama yang di anutnya.
•
Memiliki nilai dasar humaniora untuk menerapkan kebersamaan dalam kehidupan.
•
Menguasai pengetahuan dan keterampilan akademik serta beretos belajar untuk melanjutkan
pendidikan.
•
Mengalihgunakan kemampuan akademik dan keterampilan hidup di masyarakat loka1
dan global.
•
Berpartisipasi aktif, demokratis, dan berwawasan kebangsaan dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
