I Appeal to Your Sense of Shame My Muslim Sister
Will You not Respond?
Nawaal bint Abdullah
“Ada
dua golongan penduduk neraka yang sekarang saya belum melihat keduanya,
yaitu: wanitawanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang berlenggaklenggok
dan memiringkan kepalanya seperti punuk unta, dimana mereka tidak akan masuk
surga, bahkan mencium baunya pun tidak bisa” (HR Muslim dan Ahmad)
Sesungguhnya
segala puji hanya milik Allah Yang kami memujiNya,kami memohon pertolongan dan
pengampunan dariNya, yang berlindung dari kejelekan jiwajiwa kami dan
keburukan amalamal kami. Barangsiapa yang mendapatkan petunjuk Allah, tidak
ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan olehNya, tidak
ada yang dapat menunjukinya. Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk
disembah melainkan Allah, tiada sekutu bagiNya dan saya bersaksi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.
Semoga
Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada NabiNya, keluarganya, para
Sahabatnya dan orangorang yang mengikutinya hingga hari Kiamat.
Amma
ba’du.
Tulisan yang ada di
hadapan sohibul yang budiman adalah sebuah jeritan pilu dari seorang Muslimah,
yang menyaksikan kemunduran yang terusmenerus menimpa saudarinya. Sebuah
keprihatinan yang mendalam, ketika menyaksikan betapa banyak kaum Muslimah yang
terjerat pada tipu daya dan propaganda yang dilancarkan oleh musuhmusuh Islam
untuk merusak kehormatan mereka. Betapa cepat dan mudahnya keburukan menerpa,
kerusakan menimpa, ketika pakaian penutup malu telah ditanggalkan.
Fenomena yang
disaksikan oleh pengarang tidak hanya terjadi di jazirah Arab, yang
mendorongnya menulis risalah singkat ini, tetapi fenomena tersebut merata
terjadi hampir di seluruh negeri kaum Muslimin. Kita sakiskan dimanamana,
semakin sulit untuk membedakan wanita Muslimah dengan wanita kafir, kecuali
hanya sebagian kecil saja. Hijab, yang menjadi ciri khas wanita Muslimah, yang
diwajibkan oleh Allah dan RasulNya untuk melindungi wanita, memelihara
auratnya dan menjaga kehormatannya telah disingkapkan. Sebagian Muslimah
memandang bahwa Hijab (Jilbab) bukanlah kewajiban, atau hanya untuk dikenakan
pada saat saat tertentu yang beruhubungan dengan perayaan keagamaan,
menghadiri pengajian dan semisalnya. Hijab dipandang menghalangi kebebasan
wanita beraktivitas di luar rumah, memperoleh karir yang baik di lingkungan
kerjanya. Sebagian Muslimah meremehkan masalah Hijab dan menganggap Hijab itu
hanya bagi orang tua, atau bagi orang yang sudah melaksanakan ibadah haji.
Kaum
wanita, tidak terkeculai wanita Muslimah, saat ini terbius oleh pemikiran dari
dunia kafir Barat, bahwa ketelanjangan adalah bagian dari keindahan, kecantikan
dan seni. Tidak heran bermunculan mode dan gaya pakaian yang sangat minim dan
menyingkap aurat, yang dengan latah diikuti oleh kaum Muslimah dan dianggap
sebagai wujud morenis, modis dan trendi.
Sebagaimana
yang ditunjukkan oleh penulis, kemajuan dan kebebasan dalam anggapan mereka
sebenarnya adalah kemunduran luar biasa. Kebebasan itu adalah hilangnya rasa
malu, kemajuan itu adalah ekspolitasi tubuh dan kecantikan wanita. Yang
dianggap kemajuan itu adalah syubhat yang ditanamkan kapitalis, untuk mengeruk
keuntungan sebesarbesarnya dengan mengeksploitasi wanita dan merendahkan
kehormatannya.
Dalam
proses menerjemahkan buku ini, kami menemui kesulitan dalam menginterpretasikan
beberapa bagian karena penggunaan bahasa sebagaimana yang diakui oleh
penerjemah dari Bahasa Arab ke Bahasa Inggirs – yang banyak menggunakan gaya
bahasa sastra. Namun demikian kami berusaha untuk menampilkan yang terbaik
sesuai dengan kemampuan kami.
Akhirnya,
buku ini kami pilih untuk diterjemahkan, untuk mengetuk hati ukhty Muslimah,
menggugah hati mereka untuk kembali kepada ajaran agamanya, dan kembali
mengenakan pakaian malunya. Bahwa kemuliaan seorang wanita tidak pada kebebasan
semu yang dipropagandakan dunia Barat, tetapi kemuliaan harkat dan martabat
wanita hanya ada pada ajaran Islam, dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah sebagaimana
yang dpahami oleh generasi salafus saleh, kedudukan mulia yang tidak pernah
dicapai oleh agama dan peradaban manapun di dunia ini.
Wallahu
a’lam.
Pengertian Hayaa
Hayaa’ (kesopanan dan rasa malu) adalah karakteristik dasar dari
seseorang yang mulia dan tanda dari keimanan yang tinggi. Diantara halhal
terbaik yang telah dikatakan adalah bahwa; “Ia adalah merupakan kepekaan yang
baik dan kelembutan perasaan yang tampak di mata dan yang mempengaruhi
penampilan. Barangsiapa yang hilang darinya maka dia telah kehilangan segala
kebaikan, dan barangsiapa yang dimahkotai dengannya maka dia telah mendapatkan
kehormatan dan kemuliaan dan dianugerahi dengan kebaikan yang sempurna.”
(Mawarid AthThaman Li Durus AzZaman – Abud Aziz AsSalaman, vol. 3 hal. 367).
Bagaimana bisa selainnya ketika mahluk Allah terbaik, Rasulullah bersabda:
“Malu itu baik
keseluruhannya.” (HR Muslim).
Alhayaa kini semakin lemah dan ditinggalkan. Lebih dari itu, konsep konsep dan bentuk bentuk
yang merusak ditujukan kepada kita dari musuh musuh Allah dan musuh musuh
wanita Muslimah, mengambil dari setiap tubuhnya sampai ia menjadi buruk dan
lemah hingga pada tingkat dimana para penyeru terhadap rasa malu (alhayaa)
hanya memberikan pengaruh yang kecil kepada banyak wanita Muslimah, ketika
mereka diseru kepadanya.
Jika kita melihat ke dalam perkara terbesar dimana wanita Muslim hidup
dan penyimpangannya mengikuti tren Barat dan terus menerus meniru mereka sampai
jika mereka masuk ke lubang biawak dia akan ikut masuk bersama mereka, kita
menyaksikan dengan sebenar benarnya akan kelemahan agama dan rasa malu pada
diri seorang wanita Muslimah yang demikian. Itulah sebabnya mengapa saya
bekerja keras, memohon pertolongan dan keikhlasan dari Dia Yang Maha Tinggi dan
Sebaik baik Pelindung, untuk menulis beberapa kata tertuju kepada saudari saudariku
Muslimah yang saya harapkan dapat berpengaruh dan bergema dalam jiwa mereka.
Mengapa Aku Menulis
Saudariku tercinta,
kata-kata yang kutulis berasal dari hati yang dipenuhi kesedihan dan rasa sakit
atas kondisi menyedihkan terhadap banyak wanita Muslimah sekarang ini. Kita
melihat wanita Muslimah yang berpakaian tetapi telanjang, keluar memamerkan
kecantikannya dan menggoda hamba-hamba Allah dengan senjata yang sangat kotor –
senjata bujukan dan rayuan yang dia pelajari sebagai cara dan alat untuk
menggoda. Engkau menemukan godaan ini di rumah dan di jalan dan dalam perkataan
dan dalam gerakan. Godaan dalam pakaian dan mempercantik (diri), dalam berjalan
dan duduk dan pada lirikan mata. Ini benar-benar perkara yang serius yang
memalukan dan merobek-robek hati dengan kesedihan manakala kita hidup dalam
kenyataan dimana begitu banyak wanita Muslimah terlepas dari rasa malu. Agama
ini dan Al-Qur’an terlupakan, perbuatan dan akhlak diingkari… dan tidak ada
daya dan kekuatan kecuali dari Allah!
Saudariku, kata-kata ini dari penaku yang
hina dan lemah ditandai oleh jiwa yang terluka dan tidaklah ini melainkan
sebuah jeritan dari sebuah peringatan dan perhatian bagimu saudariku. Ini
adalah kata-kata yang saya harapkan dapat terdengar oleh telingamu yang
melaluinya dapat mencapai pintu hatimu dan menemukan tempat disana, masuk,
diterima dan dilaksanakan. Kata-kata ini keluar dari hati yang berisi cinta,
persahabatan dan nasihat yang tulus untukmu. Nasihat dari saudarimu yang begitu
perduli terhadap saudarinya yang dilihatnya bergerak menuju jalan kesesatan
dimana dia pasti akan terhanyutkan. Dia telah menyimpang dan jatuh ke dalam
jebakan dan perangkap yang telah disiapkan baginya oleh Zionist dan dia lalai
dan tidak mengetahuinya. Bagaimana mungkin aku tidak memegang tangannya dan menasihatinya,
mengarahkannya atau mencoba membuka matanya terhadap rencana dan Persekongkolan
disekitarnya?
Saudariku, kata-kataku bukanlah sesuatu yang
baru, namun merupakan pengingat bagimu sehingga mungkin Allah akan
menjadikannya penyebab bagimu
untuk mendapatkan manfaat dengannya dan membuatnya mengalir didalam hatimu
dengan kesejukan dan kedamaian. Semoga dengannya akan memberikan pengaruh yang
besar terhadapmu, insya Allah. Saya mengunggahmu saudariku tercinta, terhadap
rasa keberagamaanmu, kepada fitrah yang Allah menciptakanmu dengannya, dan rasa
malumu, dan rasa takut kepada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Kuasa. Tidakkah
engkau mendengar panggilan suadarimu yang tulus yang sangat perduli kepadamu?
Ketahuilah saudariku, bahwa engkau dan aku dan setiap wanita
Muslimah, berdiri pada sebuah pelabuhan, diantara pelabuhan-pelabuhan Islam.
Yakni, keluarga Muslim dan pendidikan anak-anak dengan cara yang dicintai dan diridhai
Allah. Pilar dan landasannya adalah ketaatan kepada Allah dan mengikuti
Rasul-Nya _ dan mencari apa yang diridhai oleh Allah untuk mendapatkan sesuatu
yang tidak ternilai yang kita semua menginginkannya – Surga.
Untuk itulah, saudariku Muslimah, ketika
musuh-musuh Islam melihat kedudukan wanita Muslimah dan kekuatan pengaruhnya
yang dimiliki diantara mereka dimana dia tinggal sebagai guru dan pembangun
generasi berikutnya dan karena dialah asuhannya dapat menjadi kuat atau rusak,
mereka mengarahkan perhatian mereka kepada kita. Mereka berfokus pada kita - wanita
Muslimah - untuk menghancurkan akhlak kita dan mengambil agama dan rasa malu
kita ke arah yang secara alami kita tempatkan dan kita diperintahkan untuk
berpegang teguh kepadanya, sampai akhlak anak-anak kita, laki-laki generasi
mendatang, pilar-pilar ummat, menjadi rusak. Mereka akan merusak akhlak ini
yang mendukung ummat dalam pertumbuhan dan pemahaman dan atas mereka
(laki-laki) yang di atas mereka lah terletak kehormataan setelah (bergantung)
kepada Allah. Jika pilar ini dibuat menjadi cacat atau dihancurkan dan kekuatan
alami ummat ini menjadi lemah, maka akan menjadi apa masa depannya? Sungguh
persis seperti inilah yang dikehendaki musuh musuh Allah.
Tidak kah Engkau Pahami......?
Tidakkah engkau tahu bagaimana mereka (musuh-musuh Islam) dapat menyusup
dan mempengaruhi kita melalui media-media yang membujuk dan dari luar tampak
tidak berdosa namun di dalamnya kotor? Ini dengan cara memberikan racun yang
dibungkus madu yang ditampilkan melalui cara-cara iklan, gemerlap dan memikat.
Hal ini dilakukan melalui majalah-majalah yang rendah, fashion yang
menggiurkan, dan kisahkisah indah. Ini dilakukan melalui serial televisi, film,
nyanyian, dan cara-car lainnya. Apakah
engkau melihat Allah? Tidakkah engkau hendak kembali kepada Rabb-mu dan
membuarg rencana-rencana musuhmu kembali pada mereka dan menolak konsep-konsep
dan gelar-gelar yang menipu? Maukah engkau mengatakan dengan kekuatan dan
kehormatan sebagai seorang Muslimah ‘Saya tidak menerima selain dari perintah Allah
dan perintah Nabi-Nya!’? Saudariku. Apa yang diinginkan musuhmu darimu sungguh
sangat berharga dan mahal. Itu bukanlah hal yang sederhana bagimu. Mereka ingin
menghancurkan agamamu, karakter akhlakmu, kebaikanmu, rasa malumu yang darinya
engkau memperoleh harga diri dan kehormatan. Mereka menginginkanmu menjadi hina,
tercela, dan diabaikan oleh masyarakat, sebagaimana kondisi kaum wanita mereka.
Mereka mengajak untuk melepaskan hijab dan pada ketelanjangan dan menyingkapkan
dirimu dan mereka berkata kepadamu: Robek-robeklah hijabmu wahai puteri-puteri
Islam. Robek dan bakarlah tanpa ragu. Karena sesungguh nya itu (hijab) adalah
pelindung yang semu. Mereka menjalin persekongkolan demi persekongkolan dan
memikirkan rencana-rencana dan menempati posisi penyergepan di sekeliling kita.
Mereka memulai perbuatan-perbuatan kotor dan beracun seperti yang disebut
sebagai ‘gerakan pembebasan’, dan ‘kesetaraan’ dan pendorongnya adalah untuk kehancuran
karakter akhlakmu juga diriku, sebagaimana juga akhlak seluruh wanita Muslimah.
Ini semua cara-cara dan senjata yang dapat mereka gunakan untuk
menghancurkan agama yang haq ini dan penjagaan Islam, akhlak dan rasa malu.
Marilah menjadi tangan yang kuat memukul dengan ke palan, hijab, kesopanan, dan
akhlak, (ke) wajah semua orang yang melanggar setiap bagiannya (yakni al-haya
atau rasa malu) dan mencoba mendekati dan membahyakannya. Engkau dan aku dan
setiap wanita Muslimah harus mengatakan kepada musuh musuh Allah apa yang
dikatakan Aisyah at-Taimuriyyah: “ Dengan
tangan kesopanan aku mempertahankan kehormatan hijab Dan dengan rasa maluku aku
telah mengangkat zamanku Dan dengan anugerah pemikiran yang jernih dan watak
yang kritis adabku disempurnakan Tidak ada sesuatu yang membahayakanku dari
budaya dan pelajaran yang baik Kecuali akulah yang terbaik diantara yang bijak Tidak
ada yang menghalangi kita untuk bangkit Kecuali menurunkan penutup kepala dan
wajah.
Saudariku tercinta, apa yang sungguh mengiris jiwaku dan membuatku
tak dapat beristirahat adalah melihat wanita muda Muslimah yang meyakini Allah adalah
Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad _ sebagai rasul dan nabinya,
berkeliaran di jalan-jalan, tempat-tempat perbelanjaan, dan tempat tempat umum
lainnya dimana orang menemukan kebaikan dan keburukan, keluhuran dan kejahatan,
orang-orang yang hatinya bersih dan orang-orang yang hatinya berpenyakit yang
mengikuti kelemahan sexualnya mengejar wanita-wanita muda. Wanita-wanita muda
ini keluar dengan mempercantik (diri) atau mengenakan hijab dari jenis yang
hijab itu sendiri menyerupai perhiasan yang dengan penampilan dan gayanya
meluncur laksana panah daya tarik ke dalam hati yang dipenuhi nafsu laki-laki
yang demikian. Dia akan tergoda dan hatinya terperangkap oleh wanita itu.
Akankah Allah ridha, aku bertanya padamu demi Allah, dengan perbuatan wanita
muda ini manakala Dia lah yang berkata kepadanya dan wanita-wanita yang
sepertinya:
“…janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang
Jahiliyah yang dahulu” (QS Al-Ahzab [33] : 33).
Atau akankah Allah ridha dengan agama wanita ini, rasa malunya, kepribadiannya
sebagaimana dia diajarkan dan dibesarkan dengannya? Saudariku, tidakkah engkau
menyadari bahwa diantara tanda-tanda lemahnya keimanan dalam diri seorang
wanita Muslimah dan awal mula dari kekalahannya dan kehilangan kehormatan dan
keutamaannya adalah manakala dia mengabaikan dan meninggalkan agamanya dan
akhlaknya? Rasa malu merupakan bagian dari kodratnya. Wanita Muslimah selalu
menjadi perumpamaan malu, sebuah peribahasa mengatakan: Malu yang tertinggi
adalah perawan di dalam sangkarnya. Hilangnya malu dalam diri seorang wanita
adalah kelemahan imannya dan keluar dari kodratnya. Pernahkah engkau
memikirkannya? Demi Allah, tidak ada kebaikan dalam kehidupan tidak juga di
dunia, ketika malu telah menghilang.
Alangkah Bedanya
Saudariku, dimana wanita muda yang
padanya engkau melihat malu tampak pada seluruh bagian bagian yang dikatakan
kepadamu karena penampilan luarnya, rasa malunya, dan menutupi secara menyeluruh
dimana dia selalu waspada untuk tidak menampakkan meskipun hanya jari khawatir
menying kap bagian tubuhnya atau
kulitnya atau bagian mana saja dari daya tarik fisiknya? Jika engkau melihatnya
engkau akan menganggap ia seperti burung gagak hitam karena kesopanan dan
keteguhan nya mempertahankan hijab.
Gambaran
seorang wanita yang memiliki malu sedemikian berbeda dan berkebalikan dengan
wanita yang berhias dan meninggalkan rumah atau sekolah atau tempat kerja
dengan dandanan yang terbaik dan puncak kecantikan. Dia mengenakan pakaian yang
mengundang tanpa sesuatu diatasnya kecuali abayah pendek (pakaian luar yang
ringan biasanya berwarna hitam biasa dikenakan wanita di negara-negara teluk)
atau yang panjang.
Namun
demikian, dia tidak perduli jika pakaiannya tertiup angin atau dia dengan
sengaja mengangkatnya. Dia juga mungkin keluar dengan kepala tertutup yang dia
gunakan untuk menutup wajahnya namun kadangkala terlalu tipis atau sehingga
rona wajahnya kelihatan atau terlalu ketat sehingga menampakkan bentuk hidung
dan pipinya. Dia keluar dengan perhiasan emas dan menunjukkan lengan atau
tangannya yang juga dihiasi inai atau dengan manicure yang ditunjukkannya
dengan bangga kepada orang-orang disekitarnya, tanpa memikirkan bahwa Allah
menyaksikannya dari langit ke tujuh.
Alangkah
besar perbedaan kedua wanita ini! Betapa berlawanannya mereka, yang satu
berpegang teguh kepada syariat Tuhannya dan menjaga dirinya, hijabnya, dan rasa
malunya, dan ia yang mengambaikan perkara agamanya dan mengikuti jalan-jalan
para musuhnya! Betapa bedanya seseorang yang melihat hijab sebagai suatu bagian
dari agama dan syariat dan (sebagai) alat untuk menjaga dirinya dari kemesuman,
kehinaan dan kekacauan, dan dia yang menganggap hijab hanya sekedar kebiasaan
kuno. Yang terakhir itu si tidak lebih dari tanda keterbelakangan dan
kemunduran. Dari belenggu dirinya lah ia mesti dilepaskan agar dia dapat bebas
melangkah di atas jalannya kepada kehancuran, memalukan dan telanjang.
Engkau Berharga
Betapa muram raut wajah dan malu kaum
mukminin ketika dia melihat para wanita kita hari ini – ibu-ibu dari masa depan
dan pengasuh genarasi yang akan datang – ketika mereka meletakkan perhatian terbesar
mereka pada perkara-perkara remeh yang tidak memiliki nilai dan arti.
Perkara-perkara sia-sia yang rendah padahal wajib bagi setiap Muslim untuk
berada jauh di atas karena Islam adalah agama yang mulia, tinggi dan sempurna.
Lihat Di SekelilingMu
Engkau, saudariku tercinta, dapat
melihat saudar-saudarimu Muslimah ketika dia menyimpan majalah yang tidak senonoh, fashion yang buruk, serial
tv yang amoral yang harus dihindari seorang Muslim, dengan para propagator
rendahan semuanya menyeru kepada penghancuran agama dan moral. Engkau dapat
melihat saudari-saudarimu perduli dengan warna-warni dan panggilan yang dibuat
oleh para penyeru Syaithan. Namun manakala penyeru kebenaran ditampilkan di
hadapannya, dia mencoba untuk menghentikannya. Engkau menilhat wanita Muslima
sibuk menghafalkan puisi, roman dan kisah-kisah yang menggelikan yang ditulis
tidak lain oleh orangorang yang paling bodoh. Sebaliknya ketika hal itu
mengenai Kitabullah, dia mungkin hanya mengingat sedikit ayat dan jika engkau
bertanya kepadanya apa artinya atau mengenai sebuah hadits, dia tidak akan
mampu menajwabmu. Ini persis apa yang diinginkan musuh-musuh Islam. Mereka
ingin menjauhkan generasi muda dari jalan Allah dan menjauhkan mereka dari
sumber cahaya, kehormatan dan kemuliaan. Musuh-musuh Islam menginginkan mereka menyibukkan
diri mereka dengan hal-hal selain Kitabullah dan Sunnah Nabi kita karena tanpa keduanya kita tidak berarti
apa-apa. Mereka ingin menjadikan diantara kita yang dilindungi oleh agama ini,
mengikuti mereka dan menjadi pengikut mereka padahal mereka lah yang dihinakan
dan dilaknat Allah.
Dengan
sangat menyesal kita temukan bahwa sebagian besar kaum remaja kita tidak
memiliki kesadaran dan ilmu agama yang tinggi. Alasan apa yang berada di
baliknya? Ini tepatnya terjadi karena penggantian terhadap pelajaran mereka dengan
pendidikan dan ide-ide yang datang kepada kita dari dunia Barat, dan hal
tersebut sesuai dengan hawa nafsu mereka sehingga mereka tidak melihat ke arah
lain. Saudariku, invasi ide-ide ini tehadap pemikiran dan konsep-konsep kita memiliki
pengaruh dan bermanifestasi kepada banyak wanita Muslimah dan telah merubah
pemahaman mereka. Maka banyak wanita sekarang menganggap shalat sebagai beban
yang berat sehingga ketika mereka diseru oleh dakwah kepada kebenaran untuk
bersegera mengerjakan shalat, engkau melihat mereka berdiri seolah kaki sangat
berat dan bergerak dengan malas sampai engkau mengira seolah berat
gunung-gunung di dunia berada di atas kepalanya. Akan tetapi, jika ada
perkawinan atau pesta atau perkumpulan minum teh, engkau akan mendapatinya
bersegera kepadanya dan bersiap-siap dengan pakaian yang paling indah. Dia
merindukan acara kumpul-kumpul yang boleh jadi dikelilingi oleh syaithan dan
tersebarnya ghibah, namimah dan merusak kehormatan orang-orang.
Saudariku,
engkau akan menemukan sebagian besar wanita muda Islam menyianyiakan waktunya
untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Engkau akan menemukan mereka menghabiskan
berjam-jam di depan cermin mendandani dirinya tetapi jika engkau mengamati
shalatnya, dia tergesa-gesa (dalam shalat) seperti patukan buruk gagak!
Tidakkah dia mengetahui bahwa kecantikan, keindahan dan kebahagiaannya bukanlah
pada kulit, penampilan atau gaya rambutnya? Demi Allah, bahkan kesemuanya itu
adalah pada ketaqwaannya, keshalihannya, keimanannya, dan penjagaannya
akhlaknya, agama dan rasa malunya.
Jangan Menjadi Daun Yang Terbangkan Angin
Saudariku tercinta, waspadalah
terhadap karakter wanita yang mengikuti secara membabi buta setiap berita atau
tren baru yang berasal dari Zionis. Engkau memiliki martabatmu sendiri dan kepribadian
bebas yang membedakanmu dengan yang lainnya. Jika engkau ingin mengikuti sebuah
contoh (keteladanan), temukanlah dalam biografi para sahabat wanita yang mulia
dan suci. Engkau harus melihat kepada para Da’I yang shalih dan takut kepada
Allah karena merekalah yang lebih patut kita nantikan, berkumpul dan diikuti
keteladannya. Mereka adalah penerang jalan kepada petunjuk dan dengan
kebersamaan mereka adalah yang terbaik di kehdiupan sekarang dan akhirat kelak.
Jangan ikuti, saudariku, para dai yang buruk yang mengajak pada kerusakan yang
membual dengan kejahatan... mereka yang merampas pakaian kemuliaan malu. Demi
Allah, apa yang membuat hati menangis dan mengiris jiwa dengan duka cita adalah
melihat wanita Muslimah... jika dia melihat rekan buruknya mengenakan pakaian
ketat, pendek dan transparan dia (pun) mengenakannya dan mengikuti mereka. Jika
dia melihat mereka mengenakan celana ketat yang mengundang dan membuka
pakaiannya terkadang bahkan memperlihatkan kemaluannya, paha dan pinggulnya,
dia membeo kepada mereka! Dia tidak menegakkan hukum syariat dalam pakaiannya
juga tidak perduli apa yang dipandang Allah baik baginya. Sebaliknya dia
mengikuti apa yang disebut ’kemajuan’ dan tidak memiliki keinginan untuk
beralih dari prosesi peradaban dan pembangunan dan melihat setiap penyimpangan
sebagai penindasan, kemunduran dan keterbelakangan meskipun sumber dari
kemunduran, keterbelakangan, kekalahan dan kepolosan sebenarnya berada dalam
konsep, pembawaan dan perbuatannya.
Heran,
Bingung, Terkejut, Dan Takjub
Saudariku Mu’minah, saya semakin
heran dan takjub oleh saudari Muslimah yang berpakaian ketat dan transparan dan
tampil di hadapan para laki-laki asing manakala dia mengetahui ancaman Nabi _:
“Ada dua
jenis manusia diantara penghuni neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya.
(Yang pertama adalah) wanita yang berpakaian tetapi telanjang, condong (pada
ketidaktaan) dan mencondongkan orang lain, di kepalanya terdapat seperti punuk
unta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak juga mencium bau surga meskipun
wangi surga dapat tercium dari jarak sekian sekian.” (HR Ahmad [2/356] dan
Muslim [2128] dari Abu Hurairah_).
Demikian
juga, saya bertanya-tanya kepada mereka yang mengangkat pakaiannya hingga
betisnya terlihat ketika sang kekasih Muhammad _ memerintahkannya untuk
menurunkan pakainnya hingga (lebih) sejengkal ketika beliau ditanya oleh salah
seorang sahabiyah beliau berkata:
”Turunkanlah sejengkal’ Maka dia (wanita itu) berkata 'Kalau
begitu betis mereka akan tersingkap!' Beliau bersabda, 'Turun-kan lagi sehasta,
jangan sampai melebihi itu.'" (HR Tirmidzi dan laiinya).
Saya takjub kepada seseorang yang
mengetahui bahwa suara wanita adalah aurat kecuali apabila ada keperluan namun
demikian ia meninggikan suaranya tanpa malu dan (tidak memperdulikan aturan)
agama. Dia berbicara dnegan teman-teman wanitanya atau siapaun yang bersama
dengan dirinya seperti mereka berada di dalam rumahnya tanpa perduli atau
mempertimbakan kehadiran laki-laki asing disekitarnya padahal Allah _ berfirman:
”Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga
berkeinginanlah orang
yang ada penyakit dalam hatinya” (QS Al-Ahzab [33] : 32)
Saya juga
heran dengan seseorang yang mengetahui hukum mengenai menggunakan parfum diluar
rumah atau di sekolah, khususnya ketika dia mengenakannya dan melewati
laki-laki asing dan mereka mencium wanginya melalui udara, semoga Allah
menyelamatkan kita darinya! Namun demikian dia akan memakai parfum yang baunya
tercium yang pasti akan menjadi fitnah bagi yang menciumnya, dan dia keluar
diantara laki-laki asing entah itu di pasar, mall atau selainnya dan
menjadikannya sasaran sabda Al-Mustafa _:
”Perempuan yang memakai wewangian, lalu dia lewat di hadapan
laki-laki agar mereka mencium baunya, maka dia adalah pezina.” (Dihasankan oleh Syaikh Albani
dalam Shahih al-Jami no. 2701).
Namun dia
tidak perduli. Saya sungguh bingung ketika melihat seorang wanita yang terikat
perjanjian dengan Allah, yang mengetahui hukum mengenakan hak (sepatu) tinggi1,
dan mengenakannya sebagai bentuk tipu daya dan godaan bagi orang yang melihatnya
dan mengira dirinya berbadan tinggi padahal kenyataannya tidak demikian. Dia
juga mengetahui bahwa hal tersebut tidak sehat dan merusak secara sosial dan
akhlak. Dia menutup telinganya kepada para penyeru kebenaran dan tetap
mengenakan sepatu yang mengkilat dan menyolok mata yang pasti akan membuat
orang berpaling ke arahnya dan membawa fitnah yang menjadikan perkara ini
semakin buruk sebagaimana yang mereka katakan. Saya heran dengan saudariku,
mereka yang mendengar seruan kepada kebenaran namun menjauhkan diri mereka dari
mengikutinya hanya karena mengejar keinginan hawa nafsunya. Bisakah engkau
menjamin, saudariku tercinta, kehidupanmu bahkan sesaat apa yang akan terjadi
jika Allah tidak mengizinkanmu untuk hidup sehari lagi dan engkau berada di
atas dosas-dosa yang engkau lakukan? Bisakah engkau bayangkan bagaiman engkau
akan bertemu dengan Rabbmu?!
Pikirkanlah
itu, saudariku Muslimah, dan ketahuilah bahwa kesenangan dunia tidak lain
adalah fana dan tidak seorang pun akan meninggalkan sesuatu kecuali amal-amalnya.
Jika amal tersebut baik (shalih), maka hanya ada satu pahala terbaik... jika
sebaliknya, maka celaka bagi mereka atas apa yang akan mereka temui.
Berbuatlah
Dan Lakukan Yang Terbaik
Saudariku sayang, lindunglilah
kesempurnaan hijab islammu dan buanglah hijab perhiasan keindahan dan
lanjutkanlah ketaatan kaepada Rabbmu. Enyahkanlah perkara yang sia-sia dan
keburukan karena engkau lebih baik dari semua itu. Robeklah, tidak, (akan
tetapi) bakarlah setiap lembar-lembar memalukan, novel atau kalimat-kalimat
yang mengajak untuk melepaskan nilai-nilai, agama dan haya (rasa malu) kepada kebejatan,
kerusakan, kehinadaan dan skandal. Tutuplah telingamu dari embikan (panggilan
seperti suara kambing) dari Barat, riuh-rendah mereka dan teriakan-teriakan
lainnya dan sebaliknya bukalah telinga dan hatimu pada seruan meunuju kebaikan
dan iman. Terimalah Kitabullah, sumber segala kebaikan bagimu di dunia ini dan
di akhirat dan berpegangteguhlah kepada sunnah Nabimu _, teladan dan cahaya
petunjuk bagi kehidupanmu. Lemparkanlah kembali rencana musuh-musuhmu ke leher mereka
dan biarkanlah kegusaran dan kejengkelan mencekik mereka karena engkau telah
mengecewakan mereka. Lakukanlah, saudariku tercinta, karena inilah tindakan
seorang wanita Muslimah yang bangga terhadap agamanya.




No comments:
Post a Comment